Universitas Hasanuddin (Unhas)/INT

Bantah Disebut Klaster Covid-19, Pihak Unhas: Istilah Itu Tidak Tepat

Jumat, 19 Juni 2020 | 16:30 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 17 sivitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) dinyatakan reaktif positif Covid-19. Ini diketahui usai mereka menjalani rapid test yang digelar oleh Unhas.

Namun, ada pelbagai pihak yang beranggapan bahwa Unhas telah menjadi klaster baru Covid-19. Alasannya, karena sebelumnya empat pegawai Unhas dinyatakan positif Covid-19.

Setelah itu, pihak Unhas pun menggelar rapid test massal. Tujuannya, melacak atau tracing kontak kepada siapa saja yang berpotensi terpapar. Alhasil, ditemukanlah 17 yang reaktif positif.

Kasubdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Ishaq Rahman membantah anggapan tersebut. Kata klaster, menurut dia, tidak tepat untuk diberikan kepada kampus merah.



“Istilah kluster Unhas itu tidak tepat,” singkatnya saat dihubungi, Jumat (19/6/2020).

Dijelaskan Ishaq, terdapat kriteria tertentu untuk bisa menetapkan Unhas sebagai klaster Covid-19. Untuk kasus di Unhas, mereka yang reaktif dan positif tidak tertular di kampus, melainkan di tempat lain.

“Inikan mereka ditemukan di Unhas (karena testnya di Unhas). Tapi dimana mereka tertular, itu harus di tracing. Tidak ada bukti kalau mereka tertular di Unhas,” ujarnya.

Adapun 17 sivitas akademika yang ditemukan reaktif positif telah menjalani karantina mandiri. Pengawasannya pun dijaga oleh Tim Satgas Covid-19 Unhas.

“Mereka isolasi mandiri dengan pengawasan Satgas Covid-19 Unhas. Selanjutnya akan di swab,” tutupnya.(*)