FOTO: Reses Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PPP, Hj Muliati di Jalan Baji Dakka Raya, RT 001/RW 003, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar/Jumat, 19 Juni 2020/GOSULSEL.COM

Usai Terima Aspirasi Warga Karang Anyar, Muliati Segera Komunikasi dengan Pemkot

Jumat, 19 Juni 2020 | 17:05 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL. COM – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PPP, Hj. Muliati langsung bergerak cepat setelah mendengar aspirasi warga di Jalan Baji Dakka Raya, RT 001/RW 003, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pada Jumat (19/6/2020).

Kehadiran Hj. Muliati merupakan agenda temu konstituen dan serap aspirasi dalam rangka Reses ke III masa sidang ke III Tahun Anggaran 2019-2020, Dapil V meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate.

Ada tiga poin yang menjadi keluhan mayoritas masyarakat, diantaranya adalah bantuan pemerintah yang dinilai tidak merata di tengah pendemi baik itu bantuan sembako maupun BLT, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan kenaikan tagihan iuran PDAM.

Menanggapi keluhan itu, Muliati menegaskan akan langsung membangun komunikasi dengan Pemkot Makassar, baik itu Dinas Sosial sebagai penanggung jawab bantuan masyarakat maupun Direksi PDAM Kota Makassar.



“Kalau soal listrik ini menjadi kebijakan pemerintah pusat, tapi dasarnya kami akan sikapi juga meneruskan aspirasi ini di parlemen. Ini akan kita sampaikan juga ke pemerintah pusa melalui jejaring kita di DPRD RI, khususnya jejaring dari PPP,” kata Muliati.

Dia menegaskan, Dinas Sosial Kota Makassar dan PDAM Kota Makassar perlu menjawab aspirasi warga. Olehnya selain membangun komunikasi persuasif, keluhan ini juga akan dia tidak lanjuti di lembaga DPRD Kota Makassar.

FOTO: Reses Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PPP, Hj Muliati di Jalan Baji Dakka Raya, RT 001/RW 003, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar/Jumat, 19 Juni 2020/GOSULSEL.COM

Sebelumnya salah satu ibu rumah tangga mengeluhkan bantuan pemerintah di tengah pendemi yang diniliainya tidak merata.

“Ada yang terima ada yang tidak, padahal kita semua merasakan dampak Virus Corona. Yang disayangkan adalah yang paling layak menerima bantuan malah dia yang tidak terima,” kata salah satu ibu rumah tangga, Hartina.

Berbeda dengan Sultan, salah satu warga lainnya yang mengeluhkan TDL dan uiran PDAM. Menurutnya tidak semestinya menambah beban masyarakat di masa-masa sulit seperti ini lantaran Pendemi Covid-19.

“Ini sangat berat buat kita, apa lagi di masa-masa sulit seperti ini, pasti sangat menjadi beban,” ungkapnya.(*)


BACA JUGA