Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri upacara virtual peringatan Hari Krida ke-48 di Ruang AWR Kampus Kementan, Jakarta, Selasa (23/6/2020)

Mentan SYL Peringati Hari Krida di Era Menuju New Normal

Selasa, 23 Juni 2020 | 16:21 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo peringati Hari Krida ke-48 di era menuju tatanan baru (new normal). Untuk pertama kalinya, peringatan dilakukan dengan melaksanakan upacara yang melibatkan seluruh jajaran keluarga besar Kementerian Pertanian (Kementan) mulai dari dari Sabang hingga Merauke.

“Kita harus berterimakasih kepada petani yang tanpa lelah bekerja untuk pangan menjaga makan kita seluruh rakyat Indonesia untuk tetap cukup,” kata Mentan saat menyampaikan arahan pada upacara virtual peringatan Hari Krida ke-48 di Ruang AWR Kampus Kementan, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Mentan SYL juga mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian yang menjadi hal penting untuk masyarakat agar pangan tidak berhenti berproduksi dalam tantangam dan situasi apapun. Pandemic Covid-19 yang telah melanda dunia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan tapi juga sosial ekonomi.

Dimensi sosial ekonomi masyarakat turut bersinggungan dengan ketahana pangan untuk itu peningkatan produksi merupakan suatu kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru (new normal) . Negara juga hadir meningkatkan produksi nasional berbasis produksi rakyat dan keberpihakan program ke petani harus diperkuat.



“Pangan menjadi prioritas bagi Negara karna 267 juta lebih rakyat masih terus butuh makan. Sektor lain memang penting namun pangan paling utama jika tak pangan maka apapun tidak bisa dilakukan apalagi dimasa pandemic ini,” ucapnya.

Menghadapi masa pandemic Covid-19, Kementan telah mengalokasikan bantuan benih, bibit, program padat karya, sanitasi stok, harga pangan serta distribusi dan transportasi pangan yang dibutuhkan. Selain itu pemerintah juga sudah siapkan bantuan untuk petani baik kredit usaha rakyat (KUR) maupun asuransi pertanian dan lain-lainnya.

Produktivitas sejumlah komoditas strategis tidak menunjukkan perlambatan. Stok beras aman, antisipasi kemarau panjang juga dilakukan dnegan mendorong percepatan tanam pada musim II seluas 5,6 juta di 33 provinsi .

“Saya ingin semangat ini menjadi memontum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian modern dimana inovasi teknologi akan menjadi panglimanya. Pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara cara lama dan berpola tradisional saja namun harus berubah menjadi harus lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern,” tutur SYL.

Selain itu, teknologi dan inovasi harus makin digiatkan untuk meningkatkan produktivitas dan pelibatan generasi muda, star up, online system, efesiensi tenaga kerja dan perluasan pasar bagi industri serta bertumbuhnya ekspor yang lebih baik.

“Masalah pertanian bukan masalah proyek dan anggaran tapi itu adalah masalah ibadah dan kemanusiannya, masalah mempertahankan Negara dan bangsa dan saya berharap di peringatan Hari Krida ini semangat itu akan muncul pada jajaran Kementerian Pertanian,” tukas Mentan.(*)