Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf saat berbicara di hadapan pimpinan BUMN di Kantor Pelindo IV, Rabu (24/6/2020)

Bertemu Pimpinan BUMN, Yusran Paparkan Lelang Program Unggulan Covid-19

Rabu, 24 Juni 2020 | 19:42 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pandemi Covid-19 memang sangat berdampak bagi segala sektor. Utamanya pada sektor perekonomian. Banyak pelaku usaha yang terkena imbasnya. 

Olehnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf bertekad untuk memulihkan perekonomian di Kota Makassar. Ia berinisiatif dengan cara memaparkan lelang program unggulan Covid-19 di depan para Pimpinan BUMD, BUMN dan perusahaan swasta. 

Ada 7 program lelang diantaranya, Titik Nol Propinsi (Pelindo), 10 taman tematik Covid-19 (Infrastruktur, taman bunga, sarana bermain). Pengembangan transformasi ekonomi digital berbasis komunitas.

“Seperti rumah tangga, RT/RW (pilot project 2 UMKM setiap kelurahan) 306 unit UMKM dan usaha Ultra Mikro). Pemberdayaan UMKM dalam rangka peningkatan produksi dan pemasaran,” ujarnya, saat menghadiri silaturahim dan ramah tamah pengurus dewan TLSP, Pimpinan BUMD, BUMN, Perusahaan Swasta Wilayah Kota Makassar dengan agenda optimalisasi peran dunia usaha dan industri dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi di Kantor Pelindo IV, Rabu (24/6/2020). 



Selain itu, ia juga mengatakan akan melakukan pemberdayaan UMKM Sektor jasa sebanyak 120 penjahit memproduksi masker dengan jumlah 120 ribu lembar. Ini diperuntukkan 60 ribu KK miskin pra sejahtera dan terdampak Covid-19 selama dua bulan. 

Pengelolaan TPS3R berbasis partisipatif dari Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), pak Ogah. Serta revitalisasi 12 pasar tradisional di Kota Makassar. 

“Salah satunya pasar baru yang kita dorong ini. Sangat berpotensi. Sebenarnya ditengah pandemi ini semua sektor lesu, tapi kita tidak boleh ikutan lesu. Kita harus bergerak untuk membuat ekonomi kembali normal,” ungkapnya. 

Menurutnya, para pelaku usaha harus bersinergi dengan pemerintah setempat untuk menghidupkan sentra-sentra ekonomi  agar ekonomi bisa tetap berjalan. Pendapatan harus tetap dijaga, dampak ekonomi selama pandemi ini dinilai memberikan indikasi kepada penurunan PAD.  

Yusran sadar keberadaan virus Corona ini mempengaruhi nilai barang dan jasa suatu daerah. Ia pun menegaskan dengan tangan terbuka menunggu pelaku usaha untuk membicarakan lebih lanjut program lelang yang ia paparkan. 

“Ekonomi harus bangkit makanya diperlukan inovasi baru dan ini suatu tantangan kita. Pemerintah juga tidak bisa apa jika para pelaku usaha tidak mensupport. Saya terbuka, jika mau berdiskusi dengan program lelang. Mari kita bangkitkan Kota Makassar jauh lebih baik dengan tidak melupakan gaya protokol kesehatan kita dan semua berjalan beriringan,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA