Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf saat berbincang bersama Relawan Milenial di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (23/06/2020)

Edukasi Masyarakat Soal Covid-19, Pemkot Makassar Bakal Libatkan Influencer Lokal

Rabu, 24 Juni 2020 | 09:36 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Upaya mengedukasi masyarakat untuk ikut memutus mata rantai Covid-19 terus dilakukan. Untuk memaksimalkan edukasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus melibatkan berbagai pihak dari berbagai latar belakang dan profesi.

Sebelumnya RT dan RW, perguruan tinggi ilmu Kesehatan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama telah dilibatkan. Selanjutnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mulai menyasar kalangan influencer Makassar.

Sederetan nama seperti Andi Mattuju dan Tumming-Abu yang merupakan content creator terkemuka di Makassar bakal ikut dilibatkan. Yusran menganggap selebgram yang memiliki ratusan ribu pengikut di instagram dan pelanggan di kanal Youtube mereka itu bisa secara efektif mengedukasi masyarakat pada segmen tertentu.

“Meski kita sudah memiliki beberapa tim dan program untuk mengedukasi masyarakat dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 tersebut tapi tentu metode dan segmennya beda-beda. Jadi dengan begini kita berharap pesan dan informasi yang kita berikan ke masyarakat bisa sampai dan benar-benar diterima dan dipahami dengan baik berbagai lapisan masyarakat,” ucap Yusran di Rujab Wali Kota, Selasa (23/06/2020).



Tumming-Abu, Andi Mattuju, dan beberapa influencer tergabung dalam Relawan Milenial Makassar. Kelompok tersebut mengaku sudah banyak melakukan survei hal yang menjadi problem pemerintah dan masyarakat selama masa pandemi berlangsung.

“Kita melakukan survei, termasuk di lapangan, jadi kita coba kasih ketemu, maunya pemerintah seperti apa, tanggapannya masyarakat seperti apa. Nah dari situ kita tawarkan program ke pemerintah kota untuk bisa bersinergi, bagaimana sama-sama program kita buat untuk memutus mata rantai Covid-19, jelas Andi Mattuju.

Mattuju menerangkan, ke depan bakal ada program yang dibuat, dimana pihak pemerintah, dalam hal ini Wali Kota mendengarkan aspirasi masyarakat yang mereka peroleh saat turun ke lapangan. Semua influencer akan terlibat dan melaporkan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Begitu pun sebaliknya, mereka juga akan terlibat menyampaikan kebijakan-kebijakan Pemkot ke masyarakat.

“Semuanya kita lakukan, jadi model sosialisasi yang kami lakukan mulai dari kita buat konten, pemberitaan, infografis, bentuk flyers, dll, termasuk turun ke lapangan sosialisasi secara person to person,” kunci Andi Mattuju. (*)


BACA JUGA