(FOTO: Pesta ulang tahun Irman Yasin Limpo di Hotel Clarion Makassar/Rabu, 24 Agustus 2016/Muhammad Muhaimin/GoSulsel.com)

PAN Minta None Serius

Kamis, 25 Juni 2020 | 15:23 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

Tim Penjaringan PAN Pertanyakan Keseriusan None Maju di Pilwalkot

 

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Bursa calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar kian ramai. Selain diisi wajah-wajah lama, sejumlah wajah baru bakal mewarnai pesta demokrasi lima tahunan di Kota Makassar pada 9 Desember 2020 mendatang.



Salah satu kandidat yang digadang-gadang maju, Irman Yasin Limpo (None). Meski, sudah mendapat rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN), keseriusan None untuk maju bertarung di Pilwalkot Makassar, masih dipertanyakan.

Sebagaimana diketahui, PAN adalah parpol pertama yang memberikan rekomendasinya kepada None. Rekomendasi yang diterbitkan PAN itu juga menugaskan None untuk mencari pasangan, mendapatkan koalisi Parpol lain.



Hal itu juga untuk memenuhi persyaratan pencalonan di Pilwalkot, serta melakukan komunikasi intensif dengan DPW, DPD, dan DPC PAN untuk menggerakkan mesin partai dan membuat program pemenangan.

Ketua Tim Penjaringan Desk Pilkada PAN Makassar, Irwan Tahir mengatakan calon yang telah diberi dukungan dari PAN mestinya intens melakukan komunikasi politik ke Parpol lain.

“Tahapan penjaringan bakal calon di DPD PAN Makassar sudah kita laksanakan, dan beliau diberikan dukungan oleh partai untuk mencari calon wakil dan koalisi dengan parpol lain,” kata Irwan Tahir, Rabu (24/6/2020).

Meski digadang-gadang bakal menggandeng politisi Partai Gerindra, Nunung Dasniar, sebagai calon wakil Walikota, skenario tersebut masih dinamis. Yang terpenting, None diminta melakukan komunikasi politik kepada parpol lain sebagai bentuk keseriusan.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid menanggapi soal skenario koalisi antara PAN-Gerindra. Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum membicarakan skenario tersebut.

“Belum ada pembicaraan sampai kesana, karena segala sesuatu harus dikembalikan kepada partai tidak serta merta langsung di putuskan. Dalam menentukan wakil juga harus dibicarakan dulu,” ujar Hamzah saat dihubungi via telepon.(*)


BACA JUGA