#

Tuntut Penuntasan Krisis Air di Bontoa, Demonstran Seruduk Kantor Bupati Maros

Kamis, 25 Juni 2020 | 16:41 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM – Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan diri sebagai aliansi masyarakat tanah gersang menggugat krisis air bersih di Bontoa, seruduk kantor Bupati Maros. Akibatnya, bentrokan antara demonstran dengan pihak kepolisian pun tidak terhindarkan. 

Bentrokan terjadi lantaran massa aksi meminta agar Bupati Maros dua periode Hatta Rahman untuk hadir menemui mereka. Namun, orang nomor satu di Butta Salewangang itu tidak kunjung datang. 

Massa pun mendobrak gerbang utama kantor Bupati Maros dan memaksa masuk. Aparat kepolisian yang mengawal ketat jalannya aksi kemudian menghalau massa bersama dengan Sat Pol PP. 

Koordinator aksi Arung Tri Priyo, dalam orasinya mengatakan bahwa sejak Indonesia merdeka sampai dengan hari ini, masyarakat Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros sama sekali tidak menikmati air bersih, terlebih saat musim kemarau tiba. 



“Sejak negeri ini merdeka, Bontoa masih menghadapi persoalan yang sama. Olehnya, kita minta agar pemerintah memprioritaskan air bersih kepada masyarakat daripada sektor industri,” ujarnya. 

Bentrokan makin memanas setelah dua orang demonstran berusaha diamankan oleh polisi. Polisi juga sempat mengejar peserta aksi sampai kedalam Makodamkar Maros. 

Situasi mulai meredah setelah Kepala Polisi Resort (Kapolres) Maros AKBP Musa Tampubolon, menemui massa dan berjanji untuk memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan Hatta Rahman. 

“Adek-adek tenang dulu, sabar dulu, saya upayakan untuk kalian audiens. Jadi, semuanya mohon untuk menahan diri,” ujarnya saat berada di atas mobil pick up yang digunakan demonstran untuk berorasi. (*)


BACA JUGA