Beredar di sosial media dua surat kesepakatan yang dibubuhi tandatangan Bakal Calon Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto dengan dua partai politik beredar luas.

Disebut Langgar Komitmen Bersama Golkar, Ini Klarifikasi Danny Pomanto

Jumat, 26 Juni 2020 | 10:02 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM– Di sejumlah media sosial, surat kesepakatan yang dibubuhi tandatangan Bakal Calon Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto dengan dua partai politik beredar luas. Bahkan, surat itu dibuatkan dalam sebuah berita. Dimuat oleh beberapa media daring atau online.

Dalam pemberitaannya, Danny disebut melanggar komitmen. Apalagi, di berita tersebut, tak ada konfirmasi langsung ke Danny Pomanto.

Dikonfirmasi, Danny santai menanggapinya. Sebenarnya, dia tidak ingin menyoalkannya. Namun, menurut dia, pemberitaan itu perlu klarifikasi. Olehnya itu, dia pun angkat bicara. 

Kata Danny, surat kesepakatan yang ditandatanganinya bersama ke dua petinggi partai itu, merupakan kesepakatan untuk dirinya mendapat surat rekomendasi usungan. Tetapi, sampai sekarang, surat rekomendasi itu tidak urung diterimanya. Itu sesuai dengan poin-poin yang terjabarkan pada surat kesepakatan itu.



“Jadi surat itu, jelas. Pada poin-poinnya. Dan ternyata belum ada sampai saat ini,” kata Danny Pomanto usai berita itu menjadi perbincangan publik, Kamis (25/06/2020).

Pada poin 3, Danny Pomanto bilang, saat itu, Golkar-PPP menyepakati akan menjadi partai koalisi. Mengusung dirinya bersama Andi Zunnun H pada kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 ini.

“Jadi, kalau saya dikatakan melanggar komitmen biar surat itu dibaca seksama. Dan bisa ditanyakan langsung ke ketua partainya,” tutup Wali Kota Makassar Periode 2014-2019 ini.

Untuk diketahui, PPP sendiri dikabarkan telah mengeluarkan surat rekomendasi ke bakal calon wali kota lainnnya, yakni Munafri Arifuddin. Surat rekomendasi itu juga beredar luas, dikeluarkan pada April 2020 ini. (*)


BACA JUGA