Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel, Selasa (30/06/2020).

Rudy Enggan Bahas Jabatan Lowong Eselon II Pemkot Makassar

Selasa, 30 Juni 2020 | 20:44 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin rupanya belum mau membahas terkait jabatan lowong dalam struktur Pemkot Makassar. Padahal, diketahui ada 10 jabatan eselon II yang kini masih lowong.

10 jabatan tersebut sampai sekarang masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Diantaranya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kearsipan, Pekerjaan Umum (PU), Dinas Penataan Ruang (DPR), Dinas Pendidikan (Disdik).

Kemudian Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPKB), dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Makassar.

Adapun alasan Rudy tak ingin membahas soal ini, lantaran mau memfokuskan diri dalam penanganan Corona atau Covid-19 di Makassar. Menurutnya, hal tersebut lebih penting ketimbang mengurus persoalan jabatan yang lowong itu.



“Belum kepikiran, saya fokus urus Covid-19 dan saya positif tim saya di Pemkot mau kerja baik,” ujarnya saat ditemui di Rujab Gubernur, Selasa (30/06/2020).

Meskipun jabatan tersebut hanya diisi oleh pejabat sementara, namun ia meyakini mereka bisa bekerja dan menjalankan tanggung jawabnya. Sementara evaluasi baru akan dibahas jika mereka merasa sulit melakukannya.

“Kita akan coba arahkan mereka kita tunjukkan kita bekerja bersama sama, kecuali dalam pelaksanaan tetap sulit menjadi apa yang menjadi garisan, khususnya yang bahwa kita kerjakan melayani masyarakat, baru kita evaluasi. Jangan terlalu cepat menjudgemen orang,” tambahnya. 

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel ini juga menegaskan, meski sudah ada izin dari Kemendagri, dirinya belum mau juga membahasnya. Sebab, ia optimis para pejabat Plt saat ini terus memperlihatkan kinerja yang baik.

“Iya,” singkatnya. (*)


BACA JUGA