Air Terjun Lembah Karaeng, Kab. Gowa/Instagram foto: @_mhmmdfahri_

Berkunjung ke Air Terjun Lembah Karaeng, Rasakan Sensasi Mandi-mandi di Tengah Bebatuan Cadas

Rabu, 01 Juli 2020 | 12:02 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM—Kabupaten Gowa memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. Tak heran, bila daerah berjuluk butta bersejarah ini menjadi salah satu tujuan utama wisatawan.

Seabrek obyek wisata alam ada di Gowa. Bukan cuma di Malino saja. Tapi tersebar. Nyaris di semua kecamatan, memiliki obyek wisata. 

Salah satunya air terjun Lembah Karaeng di Kecamatan Manuju. Air terjun Lembah Karaeng masih cukup asing bagi masyarakat luas. Maklum, tempat ini memang belum sepopuler dengan Kawasan Wisata Alam Malino, ataupun Bolangi Ampat di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang.



Kendati demikian, sudah cukup banyak juga orang yang datang berkunjung di air terjun Lembah Karaeng. Terutama di akhir pekan (weekend). 

Rerata yang datang ingin mandi-mandi. Juga menikmati panorama alam yang ada disekitar air terjun. 



Air terjun Lembah Karaeng sendiri letaknya di batas dua desa. Yaitu Desa Bilalang dan Desa Manuju. Untuk menjangkau air terjun ini, tidaklah sulit. 

Bisa diakses dengan kendaraan. Jarak dari kota Sungguminasa, ibukota Kabupaten Gowa sekira 40 kilometer. Aspal ke tempat itu juga cukup mulus. Jalan masuk ke lokasi pun sebagian sudah diaspal beton oleh pemerintah Desa Bilalang. 

Salah satu daya tarik air terjun Lembah Karaeng adalah bentuknya yang bertingkat. Di tingkat pertama, terdapat air terjun dengan ketinggian lima meter.

Sedangkan di tingkat kedua memiliki kolam dengan kedalaman sekitar 2 meter. Di sinilah biasanya pengunjung beraktivitas seperti berenang atau hanya bermain air. 

Mereka menikmati sensasi air jernih dan segar yang mengalir disela bebatuan cadas. Salah satu pengunjung, Asrul menuturkan, air terjun Lembah Karaeng bisa menjadi sarana relaksasi.

 

Kondisi alamnya yang masih sangat alami dan sejuk diyakini bisa membuat penat hilang seketika. Asrul mengaku, air terjun Lembah Karaeng tidak saja asik untuk jadi tempat bermain air. Tetapi juga seru jadi lokasi berkemah (camp).  

“Hawa sekitar air terjun cukup sejuk. Tepat untuk lokasi camp. Saya dan teman-teman mengagendakan setiap akhir pekan nginap disini,” tutur Asrul kepada Go Cakrawala.

Suhardi, Warga Manuju menerangkan, asal muasal dinamakan air terjun Lembah Karaeng karena letaknya berada di tengah lembah. Adapun air yang mengalir di Lembah Karaeng sumbernya berasal dari Sungai Tassese. 

Kata dia, air terjun ini juga biasa disebut dengan air terjun Boko Bili. “Sebenarnya nama yang dipopulerkan Boko Bili. Tapi orang-orang yang berkunjung kesini lebih sreg menyebut tempat ini dengan air terjun Lembah Karaeng,” beber Suhardi.

Melihat potensinya, pemerintah desa pun sudah berupaya mengelola air terjun Lembah Karaeng jadi destinasi wisata. Sejumlah fasilitas pun telah dibangun. 

Disamping membenahi infrastruktur jalan menuju lokasi, juga beberapa gazebo dibangun sebagai tempat peristirahatan pengunjung. “Semoga ke depan pengelolaannya makin bagus. Sementara ini dikelola oleh dua desa. Bilalang dan Manuju,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA