Rapid test

Rapid Test Gratis Khusus Warga Bepergian ke Makassar Dimulai Senin, Ini Lokasinya

Sabtu, 04 Juli 2020 | 18:56 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan kabupaten/kota termasuk Pemkot Makassar melalui gugus tugas masing-masing gencar melakukan upaya pemutusan mata rantai Covid-19 dan menekan angka penyebaran. Usaha test dan tracing terus dilakukan, termasuk meningkatkan jumlah pasien sembuh. 

Orang-orang yang terjangkit terus dilakukan pencarian untuk ditemukan. Hal ini penting, agar tidak menularkan ke orang lain. 

Salah satu program yang digagas Pemprov Sulsel adalah rapid test gratis. Program ini tentunya akan membantu warga masyarakat yang hendak bepergian, khususnya mereka yang melakukan perjalanan antar kota antar provinsi.

Pemeriksaan ini juga akan dilengkapi dengan surat keterangan reaktif atau tidak terhadap Covid-19. Program ini dijadwalkan dilaunching pada, Senin (6/7/2020) mendatang. 



“Saya sampaikan, karena sekarang ini yang menjadi persoalan masyarakat mau pergi dan harus rapid,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat ditemui di Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (3/7/2020).

Lanjutnya, kata dia, pemeriksaan akan berlangsung di dua lokasi. Ialah Aula Balai Kartini Jalan Masjid Raya dan di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulsel yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Ini kita gratiskan bagi yang mau berangkat, kebetulan kan keterangan itu sudah mulai kita gunakan,” tambahnya. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Sulsel hadir untuk warganya. Sehingga, warga tidak kesulitan lagi soal biaya.

“Supaya tidak ada lagi orang yang mau berangkat lebih mahal biaya swab-nya daripada harga tiketnya,” imbuhnya.

Sistem pemeriksaan dibangun untuk menghindari kerumunan dan bergerombol, termasuk alternatif mendaftar secara online. 

Hal ini juga sekaligus sebagai upaya aktif pemerintah mencari dan menemukan warganya yang terpapar Covid-19. Sulsel menjadi salah satu dari lima provinsi dengan kasus terbanyak. 

“Maka saya ingin katakan, jangan kita lihat kasus perhari tapi kita lihat tingkat kesembuhan, terus tingkat penularan. Kalau tingkat penularan itu kita terus melandai. Kenapa setiap hari naik terus (angkanya)? Itu karena tracing, kedua kapasitas laboratorium kita. Jadi sekarang ini kita itu ada tujuh lab dengan kapasitas spesimen itu sampai 2000 perhari,” jelasnya.

Mereka yang terkonfirmasi positif akan dilakukan penanganan tempat perawatan, gizi yang baik, vitamin yang bagus. Sehingga mereka lebih cepat sembuh.(*)


BACA JUGA