Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin saat ditemui di Balai Mutiara, Senin (06/04/2020).

Investor dari Tiongkok Siap Danai Pembangunan PLTSa di Makassar

Senin, 06 Juli 2020 | 21:31 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Perusahaan asal Tiongkok, yakni China National Technical I&E Corp (CNTIC) berpeluang menjadi investor di Makassar. Dimana berencana turut mendanai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Tim Wali Kota untuk Percepatan Program (TWPP), Saharuddin Ridwan. Sejatinya ada tiga investor yang menunjukkan minatnya terhadap proyek tersebut.

Diantaranya, Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) dari Korea Selatan, Japan International Cooperation Agency (JICA) yang berasal dari Jepang, dan terakhir ialah CNTIC. Namun, hanya CNTIC yang baru menyelesaikan Feasibility Study (FS). 

Untuk diketahui, FS atau studi kelayakan bisnis mesti dilakukan terlebih dahulu. Tujuannya untuk melihat apakah ada kecocokan dengan proyek pstisius itu. Tidak bisa langsung disepakati begitu saja.



“Yah kalau ini kan baru CNTIC itu, kemudian yang lain belum ada, kalau CNTIC itu tinggal menunggu satu saja, mensosialisasikan hasil daripada FS,” ujarnya saat ditemui di Lapangan Karebosi, Senin (6/7/2020).

Usai melakukan FS, tahapan selanjutnya ialah mempresentasikan hasil FS ke Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Hanya saja, hingga kini, pihaknya masih menunggu jadwal dari Rudy.

“Kemarin sudah masuk suratnya ke pak Pj Wali Kota, kita sudah berikan untuk meminta waktu ke pak (Pj) Wali untuk presentasi. Tinggal kita tunggu waktunya pak (Pj) Wali,” sambung Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya ini.

Sementara itu, proyek ini masih kekurangan lahan. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini baru membebaskan lahan seluas 2,3 hektare (Ha). Dan masih membutuhkan 2,7 Ha lagi.

“Kemudian kan kesiapan kita juga dalam hal tanah. Ketersediaan tanah kan saat ini masih 2,7 hektar yang belum terbayar, dan itu juga nanti harus dipastikan,” jelasnya.

CNTIC sendiri diketahui ingin mendanai secara penuh dalam pembangunan PLTSa di Makassar. Bahkan, untuk pembebasan lahan yang masih kurang, perusahaan tersebut siap membayarnya.

“CNTIC mau full investasi. Dia sudah tanyakan berapa nilai tanah yang belum dibayar. Saya sudah hitungkan kalau 2,7 hektare itu kurang lebih Rp600 miliar. Itu dia sanggup danai,” katanya.(*)


BACA JUGA