Kabupaten Halmahera Timur berhasil melakukan panen perdana korporasi benih padi varieats Mekonggo

Halmahera Timur Berhasil Panen Perdana Korporasi Benih Padi

Selasa, 07 Juli 2020 | 10:12 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

HALMAHERA TIMUR, GOSULSEL.COM — Kabupaten Halmahera Timur berhasil melakukan panen perdana korporasi benih padi varieats Mekonggo. Pelaksanaan program Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani ini dilakukan di Kelompok Tani Suka Maju (Paito), Desa Akedaga, Kecamatan Wasile Timur seluas 25 ha.

Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Rijal mengatakan panen perdana benih padi ini sangat memuaskan sebab produksi yang dicapai sebesar 7,2 ton gabah kering panen per hektare. Gabah hasil panen ini segera mungkin diambil sampel calon benihnya untuk diujikan ke Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan selanjutkan diterbitkan label hasil sertifikasi mutu benihnya.

“Dan kami dari Dinas Pertanian Maluku Utara siap mendukung program Kementan. Kita bisa mandiri benih, tidak lagi mendatangkan benih padi dari luar,” demikian kata Rijal di kantornya, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, Paito, salah seorang petani yang mengembangkan korporasi benih padi mengungkapkan hasil panen benih sangat menguntungkan bagi petani. Sebab benih padi semulanya harus didatangkan dari pulau Jawa, namun saat ini diproduksi sendiri sehingga tidak kesulitan mencari benih berlabel, unggul, bermutu dan yang jelas menambah kesejahteraan ekonomi masyarakat tani di wilayahnya.



“Ini menjadikan kami terus semangat. Yang menarik buat kami, hasil panennya langsung dibeli oleh mitra dalam hal ini oleh PT.Pertani dan kami tidak perlu memikirkan pasarnya,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi menjelaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa Kementan terus mendorong Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern serta meningkatkan mensejahterakan petani itu sendiri.

“Untuk memperluas pengembangan korporasi benih padi, petani juga bisa mengakses permodalan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan. Kementerian Pertanian mendukung penuh agar petani atau pemerintah daerah menyerap dana KUR ini,” tegas Suwandi.

Direktur Perbenihan Takdir Mulyadi menambahkan dengan program Pengembangan Benih Padi Berbasis Korporasi Petani ini, maka Provinsi Maluku Utara nantinya dapat memenuhi kebutuhan benih padi untuk wilayahnya secara insitu. Petaninya menjadi pintar membuat benih dan meningkatkatn sejahteranya.

Selain itu, lanjutnya, benihnya langsung dimanfaatkan untuk memenuhi program dan swadaya petani di wilayahnya. Bahkan nantinya bisa memenuhi kebutuhan benih untuk Indonesia Bagian Timur.

“Benih bermutu menjadi kebutuhan utama agar mampu menggenjot produksi, untuk menjamin penyediaan benih bermutu, salah satu program yang dijalankan Kementan, yakni melalui Ditjen Tanaman Pangan memfasilitasi bantuan untuk petani berupa sarana produksi benih, pupuk dan pestisida,” terang Takdir.(*)


BACA JUGA