Legislator DPR RI asal Sulsel, Hamka B Kady disaksikan Sekda Gowa, H Muchlis menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada perwakilan masyarakat disela kegiatan peletakan batu pertama program padat karya di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Gowa, Jumat (10/7/2020)

Hamka B Kady: Padat Karya Pionir Penggerak Ekonomi di Tengah Pandemi

Jumat, 10 Juli 2020 | 18:24 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Program padat karya yang digalakkan Pemerintah Pusat diapresiasi oleh anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady. Legislator asal Sulsel itu mengatakan, program padat karya menjadi salah satu pionir penggerak ekonomi rakyat di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Hamka disela peletakan batu pertama program padat karya Kotaku BPM tahun 2020, di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Gowa, Jumat (10/7/2020).

Ia menuturkan, program padat karya menjadi solusi menumbuhkan ekonomi. Kata dia, pelibatan rakyat di dalamnya tentu saja diyakini dapat menambah pendapatan. Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

“Pemerintah Pusat sekarang getol menjalankan program padat karya dibanding proyek besar. Dengan demikian, pendapatan rakyat tetap ada di masa pandemi,” ujar politikus Partai Golkar itu.



Menurut Hamka, pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhir membuat pemerintah pusat banyak menunda proyek besar. Sebaliknya, pusat melalui Kementerian PUPR fokus menjalankan program padat karya.

Khusus yang di Parangbanoa ini, kata dia, merupakan program padat karya yang paling pertama dikerjakan tahun 2020. 

“Saya salut dengan respon Pemkab Gowa terhadap program pemerintah pusat. Sangat wellcome. Semoga program padat karya di Parangbanoa ini berjalan baik dan tepat waktu,” tukasnya.

Peletakan batu pertama program padat karya Kotaku itu turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa, H Muchlis, Camat Pallangga, M Akib, Korkot Kotaku, Nurliah Ruma dan pejabat Dinas Prasarana Wilayah dan Pemukiman Provinsi Sulsel.

Sebelum melakukan peletakan batu pertama, Hamka B Kady terlebih dahulu menyerahkan bantuan dana aspirasi ke masyarakat sebesar Rp1 miliar dan alat pelindung diri (APD) kepada KSM. 

Sekda Gowa, Muchlis dalam sambutannya mengimbau agar masyarakat Parangbanoa bekerjasama dalam mensukseskan program padat karya.

Senada dengan Hamka, Muhlis menyampaikan, bahwa program padat karya ini menjadi suplemen perekonomian rakyat di tengah pandemi.

“Saya lihat 43 persen pekerja program padat karya ini dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini menandakan, bahwa program padat karya menyentuh grass root,” ucap Muchlis.

Koordinator Program Kotaku, Nurliah Ruma  menambahkan, dalam pelaksanaan pekerjaan, dilakukan oleh dua KSM. Yaitu KSM Baru Bergerak Lingkungan Berua dan KSM Tattakang Maju, Lingkungan Tattakang

“Adapun panjang pekerjaan sekirar 800 meter dengan anggaran Rp1 miliar lebih,” pungkas Nurliah Ruma.(*)


BACA JUGA