Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat melakukan tanda tangan Addendum Nota Perjanjian Hiba Daerah (NPHD), Kamis (09/07/2020).

KPU Makassar Dapat Tambahan Alokasi Anggaran Pilwalkot Rp6,2 Miliar

Jumat, 10 Juli 2020 | 08:04 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Menjelang Pilkada serentak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Pemerintah Kota Makassar melakukan tanda tangan Addendum Nota Perjanjian Hiba Daerah (NPHD). Ini dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020. 

Tanda tangan NPHD ini berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Balai Kota Makassar, Kamis (09/07/20). Dalam addendum tersebut, Pemkot melakukan penambahan anggaran sebesar Rp6,2 Miliar kepada KPU Makassar.

Sebelumnya, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp78 Miliar. Sehingga total anggaran pelaksanaan Pilwalkot tahun 2020 sebesar Rp84,2 Miliar.

Setelah penandatanganan, Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi mengucapkan terima kasih kepada Pemkot. Sebab bersedia mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pilwalkot 2020. Anggaran tersebut, kata dia, akan digunakan semaksimal mungkin untuk kesuksesan pelaksanaan Pilwali 2020.



“Terimakasih kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar. Karena mendukung penuh terlaksananya agenda pilkada ini. Walaupun pandemi Corona belum berakhir. Ini kami akan gunakan semaksimal mungkin agar bisa mewujudkan pilkada yang aman dan damai,” sebutnya. 

Sementara, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan addendum ini dilaksanakan karena penyesuaian pelaksanaan Pilkada. Pasalnya, saat ini tengah dalam suasana pandemi Covid-19.

Dengan demikian, anggaran Pilkada yang berasal dari hibah. Tetapi pelaksanaan percepatan penandatanganan addendum ini memang harus segera dilaksanakan.

 

“Kita sebagai wilayah yang patuh akan regulasi. Bagaimanapun kita tetap beranjak dari petunjuk Pemerintah Pusat,” jelasnya. (*)


BACA JUGA