Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat bertemu dengan Perbanas Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis (09/07/2020).

Silaturahmi ke Rudy, Perbanas Sulsel Dukung Program Pemkot Makassar

Jumat, 10 Juli 2020 | 08:14 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pengurus Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan silaturahmi bersama Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Mereka bertemu di Balai Kota Makassar, Kamis (09/07/2020). 

Kunjungan silaturahmi tersebut dipimpin Penasehat Perbanas Sulsel, Andi Hudli Huduri. Hadir pula Ketua Perbanas Sulsel, Harry Edward bersama beberapa pengurus Perbanas Sulsel lainnya.

Penasehat Perbanas Sulsel, Andi Hudli Huduri mengatakan bahwa pihaknya mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Dalam hal menangani pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Seperti kita ketahui Makassar dapat dikatakan zona merah, sehingga ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Perbanas akan berusaha semaksimal mungkin agar ekonomi terus bergerak,” jelas Hudli.



Berbicara soal ekonomi di masa pandemi ini, Hudli menjelaskan bahwa Perbanas Sulsel akan berusaha untuk memberikan perhatian khusus. Ditujukan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Menjadi catatan penting bagi kami, bagaimana bisa menghidupkan kembali UMKM khususnya di Kota Makassar ini,” jelas Hudli.

Ketua Perbanas Sulsel, Harry Edward pun melaporkan bahwa penting bagi dunia perbankan memberikan edukasi kepada nasabah untuk mencegah Covid-19. Bank-bank di Sulsel telah menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

“Kami terus memperketat dan meningkatkan protokol kesehatan di instansi masing-masing. Dan berpartisipasi dalam hal kontribusi memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Makassar,” tandas Harry.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyambut hangat pertemuan bersama pengurus Perbanas Sulsel. Pertemuan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan.

Rudy Djamaluddin menjelaskan Perwali baru. Ialah Nomor 36 Tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Makassar.

“Kita sosialisasikan lebih dulu perwali ini. Setelah itu baru kita masuk pada tahapan uji coba pada hari jumat, kami berharap sabtu kita mulai terapkan,” ujar Rudy.

Mengenai mekanisme pembatasan masuk wilayah kota Makassar, Rudy menjelaskan bahwa intinya Pemkot Makassar tidak melarang warga daerah lain memasuki kota Makassar. Namun, mereka harus bersyarat yakni memiliki Surat Keterangan (SK) Bebas Covid-19. 

“Intinya kita tidak melarang warga dari daerah lain memasuki kota Makassar selama warga tersebut dapat menunjukkan surat tugas dari instansi mereka, termasuk pegawai bank yang bekerja di Kota Makassar,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA