Siswa baru SMP Negeri 3 Pallangga, Gowa dikumpulkan di halaman sekolah, Jumat, 10 Juli 2020. Rerata mereka tak menggunakan masker

Kumpulkan Siswa Baru di Tengah Pandemi, Kadisdik Gowa Semprot Kepsek SMP Negeri 3 Pallangga

Sabtu, 11 Juli 2020 | 17:39 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pallangga, Burhanuddin mendapat marah besar dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Gowa, Dr Salam. 

Burhanuddin disemprot lantaran sekolah yang dipimpinnya mengumpulkan siswa di tengah pandemi Covid-19, Jumat (10/7/2020).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, siswa yang dikumpulkan itu disuruh membawa sapu dan ember. Mereka merupakan siswa baru. Ironisnya, semua siswa baru yang dikumpulkan di halaman sekolah tidak menggunakan masker. Mengabaikan protokol kesehatan yang gencar diimbaukan oleh Pemkab Gowa.

Kadisdik Gowa, Dr Salam pun sangat geram. Melalui grup Whatsapp Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Gowa, dosen UNM itu menegur keras Kepsek SMP 3 Pallangga, Burhanuddin. 



“Ini tidak boleh terjadi. Kepala sekolah tidak diperkenankan mengumpulkan siswa baru ke sekolah. Saya minta Kepsek SMP Negeri 3 Pallangga bisa pertanggungjawabkan ini,” tegas Salam dengan nada menohok.

Salam pantas marah. Sebab kebijakan mengumpulkan siswa baru itu sangat membahayakan. Ini bisa berpotensi menjadi celah penularan Covid-19. Apalagi Gowa ini termasuk salah satu daerah zona merah.

Karena itu, dirinya tak sekadar melakukan teguran keras. Salam juga memerintahkan kepada Burhanuddin untuk membubarkan kegiatan yang mengumpulkan siswa baru itu.

“Sudah dapat teguran keras kepseknya. Saat itu juga saya perintahkan untuk segera dipulangkan siswa,” ujar Salam kepada Go Cakrawala, Sabtu (12/7/2020).

Terpisah, Kepsek SMP Negeri 3 Pallangga, Burhanuddin membenarkan adanya kegiatan pengumpulan siswa baru di sekolahnya. Ia juga mengakui, disemprot oleh Kadisdik Gowa terkait kegiatan tersebut.

Namun demikian, Burhanuddin mengaku tak tahu menahu terkait kegiatan pengumpulan siswa baru di sekolah yang dipimpinnya itu. 

“Saya justru baru tahu setelah ditegur Pak Kadis di grup MKKS,” dalih Burhanuddin.

Burhanuddin langsung turun ke sekolahnya membubarkan siswa dan memintanya pulang. Ia pun menduga, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin menjatuhkan dirinya. 

“Kemungkinan ada orang tertentu yang tidak senang ingin menjatuhkan saya,” tutupnya.(*)


BACA JUGA