Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Senin (13/7/2020)

Warga Hindari Pemberlakuan SK Bebas Covid-19 Lewat ‘Jalur Tikus’, Ini Kata Rudy

Senin, 13 Juli 2020 | 17:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Hari pertama pemberlakuan Surat Keterangan (SK) Bebas Covid-19 rupanya menemui persoalan. Salah satu yang disoroti ialah banyak warga yang berusaha tak ingin diperiksa dengan melewati ‘jalur tikus’.

Delapan titik akses keluar masuk Makassar telah dijaga oleh petugas gabungan. Namun, masih ada saja warga yang tidak ingin melalui titik tersebut.

Ditanya soal ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengaku jika pihaknya tak bisa sepenuhnya menjaga titik perbatasan yang ada. Penjagaan hanya dilakukan di titik yang banyak dilalui warga tiap harinya.

“Yah memang terus terang ini kan kegiatan pembatasan, jadi tidak mungkin kita 100 persen juga menjaga itu. Bahkan orang naik kuda saja bisa masuk, tidak mungkin kita jaga kan, apalagi naik sepeda,” ujarnya saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Senin (13/7/2020).



“Makanya kami sementara fokus di titik utama yang kita berasumsi bahwa 90 persen arus masuk kota Makassar maupun keluar kota Makassar akan dilewati oleh delapan jalur tersebut,” sambungnya.

Kedelapan titik utama yang diawasi kini mampu membatasi akses keluar masuk warga sekitar 80 persen. Olehnya itu, kata Rudy, pihaknya fokus di titik tersebut.

“Sehingga kalau kita lakukan pembatasan berarti sama dengan kita sudah bisa paling tidak minimal 80 persen, kita bisa kontrol dan monitor arus masuk baik dari Makassar maupun keluar kota Makassar,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, adapun delapan titik akses keluar masuk Makassar yang diawasi, ialah Alauddin-Gowa, Hertasning-Gowa, Syekh Yusuf-Makassar, Barombong-Makassar, Dermaga Kayubangkoa, Perintis-Maros, Biringkanaya-Moncongloe Maros, dan Tamangapa-Gowa.(*)


BACA JUGA