Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Moktar Arunde Parapaga menggelar silaturahmi dengan Menteri Pertanian (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo di kantor Kementan RI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2020)

Usai Bertemu Mentan, Wabup Talaud Pasang Target Tingkatkan Ketahanan Nasional

Selasa, 14 Juli 2020 | 21:38 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Moktar Arunde Parapaga mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melakukan percepatan tanam 2020-2021. Karena itu, Moktar meminta dukungan penuh dari Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar Kepulauan Talaud mampu memberi berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional.

“Kami memiliki lahan yang subur dan tanaman endemik serta tanaman hortikultura lainnya yang perlu ditingkatkan. Hampir semua yang kami butuhkan pak Mentan setujui,” kata Moktar saat menggelar silaturahmi dengan Menteri Pertanian (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo di kantor Kementan RI, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2020).

Dalam pertemuan ini, kata Moktar, Mentan Syahrul juga menginstruksikan agar Kabupaten Talaud berkonsentrasi pada satu tanaman jagung. Oleh sebab itu, ia mengaku sudah merangsang para petani di wilayah kerjanya untuk menyiapkan lahan cocok tanam yang bida ditanami monokultur jagung.



“Kami sudah berbicara kepada pak Mentan untuk membantu mulai dari bibit berkualitas, pupuk, dan peralatan yang memadai,” terang Moktar.

Moktar menjelaskan, alasan Mentan yang memintanya fokus pada tanaman jagung karena Kep Talaud berbatasan langsung dengan Filipina. Sehingga sangat mudah dalam melakukan lalu lintas ekspor.



Perlu diketahui, saat ini permintaan jagung dari Filipina sangat tinggi. Seehingga kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekspor.

“Sesuai arahan dari pak Mentan kita harus bertuju pada ekspor. Jadi nilai ekonomi yang akan kita pikirkan,” tandasnya.

Moktar berharap, dengan dukungan dari Mentan, nantinya kebutuhan lokal tidak perlu lagi bergantung pada impor, dan Kep Talaud bisa menjadi daerah penyanggah nasional bahkan daerah lumbung ekspor nasional.(*)


BACA JUGA