Dirops PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan.

Pengawasan Masih Lemah, Pasar Darurat Makassar Berpotensi Jadi Klaster Corona

Kamis, 16 Juli 2020 | 17:08 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sejumlah pasar darurat di Kota Makassar merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi klaster penularan Corona atau Covid-19. Hal ini disebabkan karena masih lemahnya pengawasan.

Bahkan, hal ini juga diakui oleh Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan. Ia menyebut bahwa memang masih ada pedagang dan pengunjung tak memakai masker saat melakukan transaksi.

“Penjualan di pasar darurat itu kita perlu bantuan penjagaan. Penjagaan seperti TNI dan segala macam itu belum ada,” katanya, Kamis (16/07/2020).

Ia telah meminta sejumlah personil untuk melakukan pengawasan di sejumlah pasar darurat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Sebab, SDM PD Pasar terbatas untuk mengawasi seluruh pasar di Makassar.



Saat ini, kata Sahar, pihaknya gencar melakukan sosialisasi terutama terhadap pedagang senior untuk ikut terlibat dalam melakukan pengawasan. Pendekatan persuasif tersebut sebagai langkah alternatif akibat terbatasnya jumlah personil di lapangan. 

“Karena ada waktunya tidak berjaga, tidak selamanya di situ berjaga sehingga yang kita butuhkan pendekatan persuasif,” kata Sahar.

Apabila pedagang kedapatan tidak menjalankan protokol kesehatan seperti memaki masker sebanyak 3 kali maka PD Pasar akan memberi sanksi. Ia menyebut sanksi paling berat ialah pencabutan surat izin berjualan.

“Sanksi kita akan berikan kepada mereka, termasuk mencabut surat izin jualan jika ada pedagang yang tidak patuh, itu sanksi yang paling berat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bila semua pedagang tidak bisa patuh menjalankan protokol kesehatan maka pasar tersebut akan ditutup. Pihaknya telah menyampaikan dua hal terhadap para pedagang. Pertama, jika mereka tidak mampu mematuhi protokol kesehatan akan diberlakukan lagi setengah hari pasar. Kedua, pasar akan ditutup.

“Kalau pasar yang ditutup yang rugi pedagang dan juga PD Pasar,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA