Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat bertemu dengan perwakilan PHRI Sulsel di Ruang Kerja Wali Kota Makassar Balai Kota Makassar, Rabu (22/7/2020)

Pemkot Makassar Masih Larang Pesta Pernikahan Digelar

Rabu, 22 Juli 2020 | 17:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih berhati-hati memberikan izin pesta pernikahan yang melibatkan banyak orang. Sebab, pihaknya terus menjaga potensi terjadi penularan Virus Covid-19 di Kota Makassar. 

Hal ini diungkapkan Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat bertemu dengan perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel. Bertempat di Ruang Kerja Wali Kota Makassar Balai Kota Makassar, Rabu (22/7/2020). 

Menurutnya, potensi penularan di pesta pernikahan masih cukup besar. Khususnya saat terjadinya interaksi ketika makan yang otomatis tidak menggunakan masker. Terlebih jika ada suara musik sehingga jarak interaksi akan semakin dekat.

“Potensi transmisi virus itu masih besar di acara pesta pernikahan, dan pelaksanaan protokol kesehatannya masih cukup sulit. Misalnya untuk jaga jarak, pasti sulit apalagi saat makan tidak mungkin pakai masker,” katanya.



“Kita ingin menggerakkan sektor ekonomi, namun kita juga tidak ingin seperti saat PSBB terakhir, terjadi penurunan kurva, namun kemudian naik lagi karena ada pelonggaran. Kita tidak ingin ada second wave, karena potensi kenaikannya penyebaran virusnya akan jauh lebih besar,” lanjut Rudy.

Terkait grafik penularan virus Covid-19 di Makassar, Rudy melihat angkanya terus menurun. Olehnya, tren tersebut, kata dia, perlu dipertahankan agar pihaknya bisa menjalani fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Kemarin kita rapat dengan tim Epidemiologi, dan terlihat Angka reproduksi efektif (Rt) Corona di Makassar sejak beberapa hari terakhir berada di angka 0,9. Ini yang di jaga agar kita tidak lengah. Di masa transisi ini, justru harus lebih di perketat, baik penggunaan masker, jaga jarak maupun kebiasaan cuci tangan. Ini harus menjadi kebiasaan di tengah warga sebelum masuk ke fase New Normal,” lanjutnya.

Kedatangan Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga bersama sejumlah pengelola hotel bertujuan untuk meminta diterapkan New Normal. Termasuk pelaksanaan event yang melibatkan orang dalam skala besar.

Namun, Rudy meminta pihak hotel untuk bersabar dan melihat perkembangan angka penyebaran virus ke depan. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, ditundanya permintaan pihak PHRI karena pengalaman saat PSBB lalu yang pemerintah kecolongan.

“PSBB kemarin kita itu sudah bagus, karena kita terlena pengawasannya, jadi naik lagi. Jadi pak (Pj) Wali tidak mau lagi seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini izin operasi perhotelan dan restoran sudah dibuka. Meski demikian, pemerintah tetap mewajibkan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Sebenarnya untuk restoran, penyewaan kamar hotel, meeting itu sudah di boleh. Hanya untuk pengantin yang melibatkan  banyak orang itu tidak boleh, karena menurut pak (Pj) wali dikhawatirkan ada pembawa virus di sana,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA