SMPN 6 Makassar/INT

Ketua Asosiasi Orang Tua Murid Diduga Calo Masukkan Siswa ke SMPN 6 Makassar

Kamis, 30 Juli 2020 | 17:01 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — SMP Negeri 6 Makassar menjadi sorotan lantaran kerap di protes Ketua Asosiasi Orang Tua Murid Makassar, Herman Hapid Nassa. Herman menilai, ada permainan yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Makassar dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Jadi kami menduga ada permainan manipulasi data penerimaan siswa baru. Salah satu contoh adalah terjaringnya sejumlah siswa ditentukan oleh panitia PPDB di SMPN 6 Makassar, secara manual. Sementara sekolah lain dilakukan secara online,” ungkap Herman dalam rilisnya. 

Maka itu, Herman melaporkan kecurigaan tersebut ke Kejaksaan Agung. Sebab, ia menilai tradisi kecurangan ini terjadi setiap tahunnya. 

“Kami telah laporkan ke Kejaksaan Agung. Senin, 27-07-2020 dengan nomor surat 037/LFOM/VII/2020,” lanjutnya. 



Namun saat dikonfirmasi, Kepsek SMPN 6 Makassar, Munir menolak segala pernyataan Herman. Munir menilai Herman bahkan patut dipertanyakan asosiasinya.

“Apa yang disampaikan herman hafid memang setiap tahun begitu dia, jadi di atas namakan orang tua siswa, tapi kita tidak tahu orang tua siswa mana yang diwakili,” tutur Munir saat dihubungi, Selasa (28/7/2020). 

Bahkan Munir mengungkapkan Herman kerap membawa calon siswa untuk dimasukkan ke SMPN 6 Makassar. Herman kata Munir, kerap memaksakan  pihaknya agar sejumlah siswa  bisa diloloskan tanpa memenuhi syarat yang ditentukan.

“Tahun lalu juga begitu, tahun lalu dia bawa ke saya 5 calon, tapi yang lulus 2 karena memenuhi syarat, 3 yang tidak lulus, dia bawa lagi itu yang tidak lulus, tapi saya katakan tidak bisa karena tidak memenuhi syarat, terus dia mau paksakan, saya tetap bilang tidak bisa, dia bilang kalau tidak bisa saya demo, terus saya bilang itu hak anda, saya juga bilang kalau saya luluskan saya melanggar,” terangnya. 

Olehnya itu, diakui Munir Herman diduga pihaknya sebagai calo sebab tiap tahun melakukan hal yang sama. Bahkan Herman dianggap kerap melakukan pemberian bohong di media dengan menunjukkan daftar hadir siswa yang tak pernah dibuat pihaknya.

“Setiap tahun begitu, 2017 juga begitu. Jadi saya katakan tunjukan saja. 

Katanya lagi daftar hadir, saya katakan itu lagi daftar hadir yang di bawah di mana ambil? Sedangkan kami belum.bikin daftar hadir. Kentara sekali hanya untuk mengelabui orang saja, untuk menyampaikan berita bohong, jadi saat ia tunjukan daftar di media, kami heran karena kami belum rampung buat daftar hadir,” ucap Munir.

Munir sendiri menegaskan angka 160 siswa yang diduga Herman dipermainkan oleh SMPN 6 Makassar dalam sistem PPDB tak benar. Ia menyatakan pihaknya siap mundur jika terdapat pembuktian valid pihaknya melakukan kecurangan.

“Terus angka 160, jangankan angka segitu satu saja kau bisa buktikan saya rekayasa, saya sebagai kepala sekolah siap mundur, saya katakan seperti itu,” tegasnya.

Munir sendiri sejauh ini belum melakukan upaya tuntutan balik ke Herman, sebab kata ia Pemerintah bisa melakukan upaya validasi data tersebut. 

“Saya kira pemerintah juga sudah cukup jeli, dan sudah cukup punya pengalaman bahwa apa yang disampaikan herman hapid ini sebenarnya data palsu, jadi seandainya pimpinan ini meminta saya klarifikasi, saya siap. Tapi saya pikir pimpinan kita sudah cukup tahu bahwa itu hanya sekadar angin lewat saja karena tidak punya dasar,” kata Munir.

Namun kata Munir, jika pihaknya terus ditekan dengan hal tersebut. Maka ia akan melakukan upaya pelaporan ke pihak berwajib. 

“Kalau memang kami merasa tertekan dan dia terus lakukan begitu, insya Allah kami akan lakukan pelaporan,” pungkasnya.(*)