Respon Cepat Laporan Hama Wereng Coklat, Kementan Dorong Gerakan Pengendalian di Tanjab Timur

Kamis, 06 Agustus 2020 | 14:54 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

TANJAB TIMUR, GOSULSEL.COM — Pertengahan Juli lalu petani bersama dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melakukan pengamatan rutin di area pertanaman padi Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan indikasi serangan hama wereng coklat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) merespon cepat dengan melakukan langkah-langkah pengendalian. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan di tingkat lapang.

“Hal ini harus cepat dilakukan guna membantu petani yang terdampak serangan tersebut. Sesuai arahan Menteri Pertanian dalam menjaga dan meningkatkan produksi pangan, permasalahan di lapangan harus cepat diselesaikan. Masalah pangan adalah tugas negara,” tegas Suwandi di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Kepala Subdirektorat Pengendalian OPT Serealia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Abriani Fensionita meminta kepada seluruh rekan-rekan POPT, Penyuluh dan petugas lapangan lainnya untuk aktif melakukan pengamatan OPT secara rutin bersama-sama dengan petani. Jika ditemukan serangan hama agar segera laporkan sehingga hal tersebut cepat tertangani dan tidak terjadi ledakan serangan hama.



“POPT, PPL, dan petugas lapangan lainnya harus bersama-sama mendampingi petani agar petani bisa panen tanpa gangguan hama dan produksi pangan kita tercapai” tutur Abriani.

Perlu diketahui, respon cepat pemerintah menangani permasalahan hama dan penyakit tanaman selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Syahrul meminta seluruh jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus bahu membahu untuk turut serta aktif ke lapangan

“Semua harus bergerak membantu petani mengamankan produksi padi dari ancaman serangan hama wereng ataupun hama lainnya yang mengancam produksi pangan nasional,” kata Syahrul.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjung Jabung Timur, Sunarno memimpin langsung gerakan pengendalian wereng coklat dan memberikan bantuan pestisida untuk penyemprotan massal hama wereng coklat.

Sunarno menyatakan gerakan pengendalian hama wereng coklat diawali dengan kegiatan bimbingan teknis kepada petani tentang tata cara pengendalian hama wereng coklat. Bimbingan teknis ini penting dilakukan agar petani mengerti bagaimana cara yang efektif mengendalikan hama wereng coklat.

“Untuk mengantisipasi serangan hama wereng dan hama lainnya pemerintah siap merespon cepat dan menyediakan sarana pengendalian yang dibutuhkan,” ujar Sunarno di hadapan petani saat mengawali kegiatan gerakan pengendalian wereng coklat.

Gerakan pengendalian wereng coklat ini dilaksanakan di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjabtim, Kabid Tanaman Pangan, Koordinator tingkat kabupaten POPT Tanjabtim, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian, Babinsa, petugas POPT, petugas penyuluh lapangan, ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani desa Simpang Datuk.

Kortikab POPT Muntaha menjelaskan pestisida adalah racun bagi hama wereng coklat sehingga akan efektif jika penyemprotannya diarahkan ke arah bawah, batang/pangkal tanaman padi. Insektisida ini akan bekerja dengan baik jika terkena atau kontak langsung dengan hama sasaran.

“Racun tersebut akan masuk ke jaringan tubuh hama target, selanjutnya akan terjadi gangguan fungsi organ tubuh yang berakibat pada kematian. Selain itu, jika racun ini tertelan oleh hama akan merusak sistem pencernaan,” ujarnya kepada petani.(*)