Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

Di Bangka Selatan, Mentan SYL Tegaskan Pentingnya Manajemen Air

Senin, 10 Agustus 2020 | 18:09 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BANGKA BELITUNG, GOSULSEL.COM -– Dalam kunjungan kerjanya di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan pentingnya manajemen air untuk mendukung pertanian. 

Menurut Mentan SYL, untuk mendukung manajemen air pertanian, Kementan memiliki sejumlah kegiatan salah satunya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

“Dalam pertanian, harus selalu ada air. Oleh karena itu manajemen air menjadi sangat penting. Perlu ditata airnya. Misalnya dimana sekundernya, dimana primernya, dimana tersiernya, dimana kwarternya, dimana irigasi cacing yang ada sehingga tiga kali (panen) betul-betul termanfaatkan,” tuturnya.

Tidak itu saja, untuk mendukung kemajuan pertanian Mentan juga mengatakan pentingnya penggunaan mekanisasi teknologi.



“Pengelolaan manajemen air juga bisa didukung mekanisasi teknologi, seperti harus ada pompa air. Jadi pertanian tidak akan menemui masalah dan air akan selalu siap,” ujar Mentan SYL

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mendukung pernyataan tersebut. Menurutnya, pengelolaan air irigasi harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir.

“Sebab, tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi, akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi. Akibatnya efisiensi dan efektivitas irigasi akan berkurang. Dampaknya bisa membuat air yang dibutuhkan pertanian menjadi kurang dan menyebabkan kekeringan,” tuturnya.

Untuk itu, di tahun 2020 ini Ditjen PSP melakukan berbagai kegiatan untuk turut mendukung manajemen air bagi pertanian di Kabupaten Bangka Selatan.

Diantaranya dengan kegiatan RJIT seluas 500 hektare. Kemudian Irigasi Pompa besar sebanyak 4 paket, Irigasi perpipaan sebanyak 1 unit dan juga kegiatan Optimasi lahan untuk seluas 1.000 hektare.

“Lewat kegiatan ini, Ditjen PSP Kementan ingin meningkatkan kondisi infrastruktur jaringan sehingga mampu meningkatkan fungsi layanan irigasi. Harapannya, bisa turut meningkatkan luas areal tanam dan indeks pertanaman, juga meningkatkan partisipasi P3A/GP3A/Poktan/Gapoktan dalam pengelolaan jaringan irigasi,” harapnya.(*)


BACA JUGA