Kadinsos Kota Makassar, Mukhtar Tahir saat ditemui di Balai Kota Makassar, Rabu (12/8/2020)

Bina Gepeng dan Anjal, Dinsos Makassar Berencana Bangun Liposos

Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:11 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Anak Jalanan (Anjal) dan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) menjadi salah satu persoalan di Makassar. Mereka bisa ditemui di setiap ruas jalan kota.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinsos Makassar berencana untuk membangun Lingkungan Pondok Sosial (Liposos). Ini disiapkan menjadi tempat pembinaan Anjal dan Gepeng. 

“Kalau kita diberikan waktu 2 hari ke depan hingga tanggal 14, maka saya mengusulkan program Liposos yaitu lingkungan pondok sosial,” ujarnya Kepala Dinsos Makassar, Mukhtar Tahir, Rabu (12/8/2020).

Dikatakan Mukhtar, permasalahan yang selama ini oleh pihaknya ialah tidak adanya tempat penampungan bagi Anjal dan Gepeng yang terjaring razia. Kehadiran Liposos diharapkan bisa menjawab permasalahan yang selama ini menjadi kendala Pemkot Makassar. 



“Di mana anak jalanan yang kebetulan kena patroli, kita ambil dan bina. Harus ada tempatnya, yaitu Liposos. Sehingga Makassar bebas dari anjal, ini (Liposos) salah satu penopang,” sambungnya. 

Selain itu, ia mengatakan jika, Liposos bisa menjadi rumah pelatihan bagi Anjal dan Gepeng yang terjaring. Mereka akan dibekali dengan ilmu ilmu yang bisa dimanfaatkan di tengah masyarakat.

“Liposos adalah tempat di mana anak-anak jalanan, terlantar di arahkan di tempat tersebut. Diberikan kurikulum berbasis tentang kemasyarakatan yang kita atur dan olah,” urainya. 

“Saat dia keluar bisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan tidak lagi ikut persoalan minta-minta, pengemis dan pengamen,” katanya. 

Sementara untuk lokasi Liposos, Dinsos telah menyiapkan lahan hingga 5 hektare yang berada di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. “Lokasi banyak tempat kecamatan yang kosong, sebelumnya di Untia, mudah-mudahan bisa kita pakai 4-5 hektare di sana,” ucapnya. 

Dengan hadirnya Liposos, Mukhtar berharap bisa menyelesaikan masalah Anjal dan Gepeng di Makassar, sehingga menciptakan tatanan kota yang indah dan ramah bagi pengunjung maupun masyarakat. 

“Saya lihat di Jogja, Bandung itu luar biasa. Mulai anak terlantar sampai lansia terlantar sudah ada tempat penampungan,” pungkasnya.(*)