Mentan SYL bersama Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer melakukan panen raya padi di Desa Rias, Kecamatan, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (7/8/2020)

Bupati Blitar: Bantuan Kementan Jadi Pelecut Tingkatkan Produksi Pertanian

Jumat, 14 Agustus 2020 | 13:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BLITAR, GOSULSEL.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan bibit dan sarana produksi pertanian senilai Rp16,23 miliar untuk para petani di Kabupaten Blitar. Bantuan tersebut diberikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri penanaman jagung di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kamis (13/8/2020).

Mengenai hal ini, Bupati Blitar, Rijano menyampaikan terimakasih atas perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) pada percepatan sektor pertanian di Kabupaten Blitar. Kata Rijanto, bantuan ini sepenuhnya akan digunakan untuk pertanian berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kementan memberikan bantuan yang sangat luar biasa bagi Blitar. Oleh karena itu kami akan melecutkan semua produksi yang ada. Terus terang ini sangat membanggakan,” kata Rijano.

Perlu diketahui, Kementan mengalokasikan bantuan senilai Rp16,2 miliar untuk Kabupaen Blitar dan Rp288 miliar untuk Provinsi Jawa Timur. Adapun bantuan dari Kementan berupa, alat mesin pertanian seperti Combine Harvest Besar Multiguna, Combine Harvest Sedang, Corn ShelIer, Corn Sheller Mobile, Power Thresher, Multiguna Mobile Handtraktror, Traktor Roda 4, Rice Transplanter, Motor Roda 3, Handsprayer dam beberapa bibit tanaman hortikultura seperti padi, jagung kepada kelompok tani.



Rijano menilai bantuan yang diberikan merupakan bentuk dorongan transformasi teknologi pertanian menuju arah yang lebih baik. Tak hanya alat pertanian modern, kepedulian pemerintah daerah juga diwujudkan pada penyaluran bibit pertanian yang unggul.

“Pembangunan jalan usaha tani, dan irigasi, semua demi memajukan sistem pertanian dan menuju Kabupaten Blitar yang berswasembada pangan untuk meningkatkan taraf hidup para petani,” katanya.

Oleh karena itu, kata Rijano, bantuan ini akan dimaksimalkan dan dijaga sesuai fungsinya. Maka itu, menurut dia, jika masih ada penyalahgunaan bantuan secara otomatis akan diberi sangsa sesuai aturan yang berlaku.

“Penyaluran bantuan ini bentuk kepedulian pemerintah daerah, untuk transformasi teknologi pertanian menuju arah yang lebih baik. Tak hanya alat pertanian modern, kepedulian pemerintah daerah juga diwujudkan pada penyaluran bibit pertanian yang unggul,” katanya.

Di samping itu, Rijano menyampaikan bahwa Kabupaten Blitar adalah penghasil susu sapi perah yang dikelola koperasi dan perusahan besar lainnya.

“Beberapa waktu lalu bahkan ada investo yang masuk ke blitar dari greenfield. Ini menandakan bahwa Blitar adalah multi komoditi,” tandasnya.(*)


BACA JUGA