Mentan Syahrul Sebut Kabupaten Blitar Adalah Wilayah Subur

Jumat, 14 Agustus 2020 | 13:10 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BLITAR, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Syharul Yasin Limpo menghadiri penanaman jagung sekaligus penyerahan bantuan benih dan Penandatanganan MoU di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (13/8/2020).

Dalam kunjungan ini, Mentan menyampaikan bahwa Kabupaten Blitar merupakan pionir dalam mempersiapkan kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan. Kata Mentan, Blitar juga mampu membackup kebutuhan wilayah lain dengan multi komoditi yang dimiliki.

“Blitar ini menurut saya sangat subur dan sangat bagus. Ini kekayaan luar biasa yang kita miliki. Saya kira Blitar bisa menghasilkan sesuatu untuk kepentingan Nasional,” katanya.

Menurut Mentan, Kabupaten Blitar terus mengalami perkembangan pertanian secara agresif. Di sana, kata dia nyaris tidak ada lahan pertanian yang tidak produktif. Semua lahan memiliki potensi untuk menjaga ketahanan pangan.



“Saya sedang bekerja keras dengan seluruh jajaran pemerintahan yang ada. Hal ini sesuai dengan perintah bapak Presiden kepada kami semua supaya mempersiapkan ketahanan pangan dan sampai hari ini kesiapan-kesiapan itu cukup baik dan terkendali,” katanya.

Mentan menegaskan, dalam kondisi saat ini sektor pertanian menjadi penting bagi semua elemen kehidupan. Terlebih, sektor pertanian juga bisa jadi momentum kebangkitan ekonomi paska pandemi Covid-19.

“Saya berharap Kepala Desa, Kapoktan dan seluruh kelompok tani yang terlibat di Blitar harus bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik. Inilah saatnya kita mengisi pangan dalam negeri kita sendiri karena impor pasti sedang berkurang,” katanya.

Perlu diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) juga memberi bantuan sebesar Rp16,23 miliar untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Blitar. Bantuan ini diantaranya dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebesar Rp8,7 miliar. Direktoran Prasaran dan Sarana Pertanian Rp4,77 miliar, Direktorat Jenderal Perkebunan Rp1,8 miliar, Direktorat Jenderal Hortikultura Rp78 juta, dan DIrektorat Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan Rp883,75 juta.

“Apa yang kita lakukan sekarang ini adalah bagian dari fungsi peranan dan tanggung jawab. Pertanian dibutuhkan dimana saja dan dengan bantuan ini semoga bisa berkontribusi mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia,” tutupnya.(*)


BACA JUGA