Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga saat memberikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Sulsel di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (19/8/2020)

Menteri PPPA Bintang Serukan Komitmen Perlindungan Anak Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2020 | 22:31 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengajak seluruh masyarakat berkomitmen dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia. Terlebih dalam situasi pandemi karena hambatan dan tantangan semakin besar. 

Hal tersebut disampaikan Bintang saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2020 Sulawesi Selatan (Sulsel). Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (19/8/2020).

“HAN nyatanya bukan sebatas kegiatan seremonial. Namun menjadi pengingat bagi kita semua untuk berkomitmen meningkatkan kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah masih terjadi pada anak kita,” jelasnya. 

“Terlebih dalam situasi pandemi, hambatan untuk memberikan perlindungan khusus dan pemenuhan hak anak semakin besar, namun jangan menyurutkan semangat kita untuk mewujudkannya. Semua anak adalah anak kita. Melindungi anak, kewajiban kita bersama,” sambungnya.



Dalam kesempatan tersebut, Bintang juga mengapresiasi Pemprov Sulsel atas komitmen dan upayanya dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Komitmen tersebut diperkuat dengan dinobatkannya Istri Gubernur Sulsel sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty F. Nurdin sebagai Bunda Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS).

“Dengan dinobatkannya Bunda Liestiaty F. Nurdin sebagai Bunda Forum Anak Sulsel, kami berharap suara Forum Anak Sulsel semakin didengarkan dan dipertimbangkan agar dapat terlibat dalam memajukan daerahnya masing-masing. Saya percaya Bunda Liestianty F. Nurdin akan melakukan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” tutur Menteri Bintang.

Selain dilakukan penobatan Bunda FASS, dalam kegiatan Puncak Peringatan HAN Sulsel 020 juga dilakukan Pengukuhan Pengurus FASS Periode 2020-2021, Pencanangan Pengembangan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tingkat desa dan kelurahan. Serta Penandatanganan Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak di Sulsel.

“Kita baru saja merayakan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Hari Kemerdekaan bukan hanya sebuah kata. Seluruh masyarakat dan anak-anak di Sulsel, mari kita jadikan momentum dan maknai Hari Kemerdekaan sebagai sebuah kesempatan untuk meraih mimpi menjadi nyata dan berkarya tanpa batas bagi kemajuan Sulsel,” jelasnya.

“Khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Kami berharap, selama pandemi anak-anak mampu memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif dan mengembangkan diri untuk meraih cita-cita. Jadilah pahlawan kecil melawan Covid-19,” tutup Menteri Bintang.

Pemprov Sulssl dan lembaga mitra telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan HAN 2020 di Sulsel sejak Juni 2020 secara online dan offline. Kegiatan tersebut, diantaranya Pemberian Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan, Anak, Lansia, dan Anak Kelompok Minoritas terdampak Covid-19, Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) secara virtual yang diikuti sekitar 2000 tenaga pendidik, Pendampingan Psikososial secara virtual bagi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Maros, dan penyusunan Suara Anak Sulawesi Selatan 2020. 

“Rangkaian kegiatan HAN di Sulsel sangat bermanfaat bagi anak-anak. Selain dalam rangka mewujudkan perlindungan bagi anak, kami juga berharap terwujudnya ketahanan keluarga yang kuat. Kedisiplinan, merupakan salah satu hal utama selama masa pandemi,” kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani.

“Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus dimulai dari kedisiplinan dalam keluarga. Mari ajak anak-anak kita agar disiplin sejak dini di rumah, maupun di lingkungan sosial,” sambungnya.(*)