Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri bersama Pakar Epidemiologi Unhas, Ansariadi saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Senin (24/8/2020)

6 Kecamatan Masih Zona Merah, Pemkot Makassar Bakal Gelar Tes Swab Massal

Selasa, 25 Agustus 2020 | 00:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana menggelar tes swab Covid-19 secara massal. Terdapat enam kecamatan yang akan menjadi sasaran pemeriksaan.

Dipilihnya enam kecamatan tak terlepas dari angka kasus Covid-19 di daerah tersebut yang masih tinggi. Masing-masing ialah Rappocini, Biringkanaya, Panakkukang, Tamalate, Manggala, dan Tamalanrea. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar sekaligus Asisten I Pemkot, M Sabri. Ia menyebut jika intervensi khusus perlu dilakukan di enam kecamatan itu.

Olehnya, tes swab akan dilakukan. Bukan lagi rapid test atau tes cepat seperti kebijakan sebelumnya yang sering digunakan. Pihaknya pun akan menyisir hingga tingkat RT dan RW. 



“Yang menjadi perhatian kita, ketika sudah ada satu RT dan RW yang ternyata di sana masih menjadi episentrum, maka kita akan kerahkan gerakan massif swab. Langsung swab. Bukan lagi rapid,” ujar Sabri, Senin (24/8/2020).

Kata Sabri, hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih cepat masyarakat yang kemungkinan terpapar Covid-19. Agar tim Gugus Tugas segera mengambil tindakan sebelum virus menyebar lebih luas.

“Apa yang menjadi program kadis kesehatan, RT, kelurahan yang memang menjadi episentrum, yang masih tertinggi sekarang akan dilaksanakan swab massif,” sambungnya. 

Selain itu, lanjut Sabri, tim dari masing masing kecamatan terus bergerak melakukan pendisiplinan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Misalnya memakai masker, cuci tangan, dan tetap jaga jarak. 

“Kita tetap massif melakukan penegakan protokol kesehatan terutama bagi satgas di kecamatan,” sebutnya. 

Di tempat yang sama, Pakar Epidemiologi Unhas, Ansariadi mengatakan, Pemkot tidak boleh lengah dengan penurunan di kasus di beberapa kecamatan. Ia meminta Pemkot terus fokus mengawal kasus di kecamatan lain.

“Pencarian kasus tetap ditambah untuk memastikan mereka yang belum terdeteksi itu bisa terdeteksi. Dengan menambah jumlah swab di Puskesmas, suspek segera dilakukan tes dan penegakan prokes jangan dikendurkan,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA