Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal alias Deng Ical, melakukan ziarah ke makam ayahnya, almarhum Marzuki Ibrahim, di Pekuburan Permas, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (31/8/2020)

Jelang Deklarasi, Deng Ical Bersihkan Kubur Ayah

Senin, 31 Agustus 2020 | 18:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal alias Deng Ical, melakukan ziarah ke makam ayahnya, almarhum Marzuki Ibrahim, di Pekuburan Permas, Kelurahan Kalegowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (31/8/2020).

Hal itu dilakukannya menjelang deklarasi Deng Ical bersama Fadli Ananda (Dilan) di Tribun Lapangan Karebosi pada malam ini. 

Deng Ical mengenakan kemeja kotak-kotak hitam putih lengan panjang dipadu dengan songkok recca. Ia tiba di pekuburan sekira pukul 07.32 Wita. Sesampainya di pekuburan ayahnya, Deng Ical terlihat membersihkan rumput yang tumbuh di atas kuburan. Setelah itu, ia memanjatkan doa.

Selepas itu, Ketua PMI Makassar ini mendatangi rumah ibunya yang tak jauh dari tempat perkuburan. Di sana, kader Muhammadiyah itu sungkeman dan meminta doa restu ibunya untuk ikut bertarung pada Pilwali Makassar 2020.



“Saya ingin menitip pesan kepada siapapun, bahwa status anak yang melekat kepada kita jangan sampai kita sia-siakan sebagai bekal menuju syurga. Saya dan apa yang saya capai sekarang, itu karena doa orang tua yang kemudian berbuah ridho Allah,” seru mantan Pj Wali Kota Makassar ini.

Setelah meminta restu orang tua dan keluarga inti, Deng Ical mengaku mantap menatap Pilwalkot Makassar. Termasuk agenda deklarasi, dimana ia akan meminta restu kepada seluruh masyarakat Makassar.

“Mohon doa restu, semoga perjuangan ini bisa dimudahkan. Saya maju pada pilkada ini untuk mengabdi, membangun dan menegaskan kembali kejayaan Makassar,” tuturnya. 

Deklarasi pasangan Dilan kali ini digelar secara virtual karena kondisi pandemi Covid-19. Undangan pun terbatas hanya 100 orang. Olehnya itu, ia memohon maaf tak bisa mengundang seluruh tokoh, kelompok relawan dan komunitas pendukung Dilan pada deklarasi tersebut. Meski tak bisa hadir, mereka bisa tetap mengikuti deklarasi yang disiarkan langsung via medsos dan media.(*)