Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar orasi pengukuhan profesor riset yang merupakan kristalisasi hasil pemikiran para peneliti Badan Litbang Pertanian

3 Profesor Riset Dikukuhkan, Mentan SYL: Modal Mewujudkan Pertanian 3M

Selasa, 01 September 2020 | 21:46 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BOGOR, GOSULSEL.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar orasi pengukuhan profesor riset yang merupakan kristalisasi hasil pemikiran para peneliti Badan Litbang Pertanian. Orasi tersebut diharapkan bisa menstimulasi budaya inovasi dan keputusan berdasarkan hasil penelitian (Scientific bases).

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan harapannya para profesor riset di bidang pertanian dapat berperan dalam pembinaan para peneliti muda.

“Saya berharap para profesor di bidang pertanian dapat membina dan memotivasi para peneliti muda di masa datang, dan saya juga menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada ketoga profesor riset di bidang pertanian, karena konsep pemikiran dan gagasannya selaras dengan upaya kita wujudkan pertanian maju, mandiri dan modern,” kata Mentan Syahrul.



Sebagai informasi, orasi profesor riset dilaksanakan oleh tiga orang Peneliti Ahli Utama Badan Litbang Pertanian yaitu, Prof. (Riset). Dr. Ir. Saptana, MSi dalam bidang Sosial Ekonomi Pertanian, Prof. (Riset) Dr. Ir. Amran Muis, MS dalam Bidang Hama dan Penyakit Tanaman dan Prof. (Riset). Dr. Ir. Mat Syukur, MS dalam bidang Sosial Ekonomi Pertanian.

Dalam gagasan yang disampaikan oleh ketiga profesor riset tersebut, Mentan Syahrul mengapresiasi konsep pemikiran yang dirumuskan ketiga professor baru ini selaras dengan upaya mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern (3M).

“Rekomendasi tentang penguatan kelembagaan agribisnis yang disampaikan Prof. Saptana sangat penting dalam mendorong transformasi agribisnis menjadi usaha yang komersial dan berdaya saing. Demikian juga pemikiran tentang pengendalian penyakit terpadu jagung yang disampaikan Prof. Amran Muis diharapkan memberikan kontribusi pada peningkatan produksi jagung nasional,” terang Syahrul.

“Selanjutnya inovasi Prof. Mat Syukur dalam bidang keuangan mikro diharapkan dapat meningkatkan akses petani kecil terhadap permodalan, sehingga usaha pertanian skala kecil dapat terus berkembang,” tambahnya.

Oleh karena itu, Mentan Syahrul mengharapkan ketiga Profesor Riset yang baru dikukuhkan ini dapat lebih berperan aktif menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam bidang kepakaran, maupun dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka.

Perlu diketahui, Prof. Saptana, Prof. Amran Muis dan Prof. Mat Syukur, merupakan profesor ke-144, 145 dan 146 di Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (Kemtan) dan merupakan Professor riset ke-560, 561 dan 562 secara nasional. Saat ini Professor Riset Kementan yang masih aktif sebagai PNS berjumlah 57 orang dari 1633 peneliti dan total 5698 PNS di Badan Litbang Pertanian Kementan.(*)


BACA JUGA