PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menggelar kegiatan Sosialisasi Konservasi Penyu dan Pengembangan Ekowisata Pesisir di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Rabu (2/9/2020)

Peduli Wisata Pesisir, Pertamina Sosialisasi Konservasi Penyu dan Pelepasan Tukik

Jumat, 04 September 2020 | 17:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

PAREPARE, GOSULSEL.COM — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menggelar kegiatan Sosialisasi Konservasi Penyu dan Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai. Berlokasi di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Rabu (2/9/2020).

Tepatnya di wisata Pantai Lowita, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, kegiatan ini berlangsung. Di mana dihadiri oleh perwakilan Fuel Terminal Parepare PT Pertamina (Persero), Ketut Karno, Sekda Kabupaten Pinrang, Ir. Budaya, M.Si, serta Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Andry Sukmoputro. 

Hadir juga pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pinrang, Kodim, Kapolsek, Camat Suppa, Lurah Watang Suppa, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Pertamina bersama Pemkab Pinrang, Universitas Muhammadiyah Parepare, dan Lingkar Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (LPPLH) melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ini terkait pentingnya tetap menjaga kestabilan populasi penyu yang ada di Indonesia. 



Pertamina juga mengajak masyarakat untuk memerangi tindakan yang mengancam populasi penyu seperti perburuan telur penyu untuk dijual atau dikonsumsi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan. Pihaknya juga berupaya komitmen dalam menjaga ekosistem hewan yang dilindungi. 

“Populasi penyu di Indonesia terus mengalami penurunan. Kegiatan ini merupakan upaya Pertamina untuk mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga populasi hewan yang terancam punah ini. Kami mewajibkan setiap wilayah operasi Pertamina memiliki Program Konservasi Keanekaragaman Hayati,” jelasnya.

Pertamina juga mengapresiasi masyarakat yang telah berusaha mengumpulkan telur penyu yang masih beredar di kalangan masyarakat untuk kemudian ditetaskan. Upaya ini diambil sebagai stimulan bagi masyarakat lainnya agar melakukan hal serupa sehingga perburuan telur penyu bisa berkurang. 

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Pertamina dan seluruh stakeholder yang hadir untuk melepas tukik yang telah berhasil ditetaskan. Tukik tersebut merupakan hasil dari telur penyu yang telah diserahkan masyarakat. Sebanyak 56 tukik dilepaskan pada kegiatan tersebut.

Andry Sukmoputro mengatakan bahwa Pantai Lowita merupakan objek wisata yang memiliki sejumlah potensi. “Pantai Lowita sebenarnya memiliki potensi konservasi sumber daya alam yang sangat besar dimana menjadi tempat bertelurnya penyu. Lokasi ini sangat berpotensi menjadi objek ekowisata yang sangat bagus,” ungkapnya.

Setiap lapisan masyarakat hingga Pemerintah dan swasta, lanjut Laode, harus saling bahu membahu. Agar menjaga keberlangsungan ekosistem termasuk kawasan pesisir ini. 

“Kegiatan edukasi semacam ini baik untuk terus dilanjutkan agar semua paham mengenai pentingnya keberlangsungan ekosistem. Ekosistem pesisir yang baik berpotensi untuk jadi tempat wisata baru yang diminati, yang nantinya secara langsung maupun tidak langsung akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” pungkas Laode.(*)