Pertamina bekerjasama dengan Pemkab Polman dalam program subsidi LPG 3 Kg tepat sasaran melalui E-Warung.

Upaya Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran, Pertamina Gandeng E-Warung di Polman

Selasa, 15 September 2020 | 20:20 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sebagai salah satu produk yang termasuk kategori barang penting, Pertamina menyadari pentingnya menjaga ketersediaan LPG 3 Kg. Dengan cara memastikan pasokan sesuai kuota masing-masing daerah dan melakukan over supply pada momen-momen tertentu.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa di tingkat pengecer dan konsumen, kadang masyarakat yang berhak menggunakan LPG 3 Kg kesulitan mendapatkan. Dikarenakan rumah tangga menengah keatas, restoran dan UMKM memiliki omzet ratusan juta rupiah masih saja menggunakan LPG 3 kg.

Seakan gaya hidup mereka berbanding terbalik dengan sikap mereka yang masih merampas hak masyarakat kurang mampu. Hal ini menjadi kewenangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan masing-masing daerah untuk menertibkan perilaku pengecer dan konsumen ini. Permasalahan ini terkadang tak pernah usai apabila tidak dimulai dari kesadaran masing-masing individu.

Kondisi inilah yang mendorong Pertamina melalui Marketing Operation Region VII berupaya memastikan LPG 3 Kg tepat sasaran. Terobosan yang pertama dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Kondisi penyaluran LPG 3 Kg saat ini khususnya di Polman belum dapat dikatakan 100% tepat sasaran karena masih banyak keluarga kategori non-miskin yang menggunakan LPG 3 Kg dan menyebabkan adanya potensi keluarga miskin tidak mendapatkan LPG 3 Kg sesuai peruntukannya.



Jumlah Keluarga Miskin di Polman berdasarkan data dari Dinas Sosial adalah sekitar 45 Ribu KK. Dengan asumsi sederhana 1 KK menggunakan 3 tabung LPG 3 Kg per bulan, maka kebutuhan total sekitar 135.000 tabung per bulan. Lalu asumsi jumlah Usaha Mikro yang menggunakan LPG 3 Kg sekitar 10.000 UMKM.

Dengan asumsi 1 usaha Mikro menggunakan 8 tabung per bulan, maka kebutuhan LPG 3 Kg sekitar 80.000 tabung per bulan, maka total kebutuhan tabung LPG 3 Kg di Polman hanya 215.000 tabung LPG 3Kg. Kondisi ini harusnya surplus tiap bulannya, dikarenakan Pasokan bulanan Pertamina untuk Polman adalah 250.000 tabung per bulan sesuai dengan kuota yang ditetapkan Kementerian ESDM bersama dengan Pemda setempat.

Dengan kondisi di atas, maka Pertamina Marketing Operation Region VII melalui Sales Area Sultengbar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman. Di mana untuk menyalurkan LPG 3 Kg melalui E-Warung sehingga penyediaan LPG 3 Kg untuk Keluarga Miskin lebih terjamin.

E-Warung adalah program Kementerian Sosial (di kabupaten dibawah binaan Dinas Sosial Kabupaten) yg bertugas menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manfaat yang memiliki kartu identitas Keluarga Keluarga Sejahtera. Secara umum, terdapat 1 E-Warung di setiap desa/kelurahan. Masing-masing e-Warung memiliki daftar Keluarga Penerima Manfaat yg berhak menerima BPNT. Penerima BPNT otomatis adalah Keluarga Pra Sejahtera atau Keluarga Miskin yang berhak mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi.

E-Warung dijadikan pangkalan LPG 3 Kg dan hanya boleh melayani pembelian LPG 3 Kg kepada KPM (keluarga miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera). Keluarga Miskin dibagi menjadi 4 kategori. Yaitu Keluarga Sangat Miskin, Keluarga Miskin, Keluarga Hampir Miskin, Keluarga Rentan Miskin.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa sejak bulan Agustus sampai saat ini, Pertamina dan Pemerintah Kab. Polewali Mandar sedang melakukan uji coba penyaluran LPG 3 Kg melalui E-warung. Dan kami memulainya dengan menargetkan ke Keluarga Sangat Miskin dan Keluarga Miskin terlebih dahulu. Lalu setelah selesai semua, dilanjutkan ke Keluarga Hampir Miskin dan Keluarga Rentan Miskin.

“Per hari ini kami telah melakukan uji coba di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Polewali Kota untuk 3.251 Keluarga Miskin dan Kec. Wonomulyo 2.987 Keluarga Miskin. Sampai akhir September, kami menargetkan ada 3 tambahan kecamatan lagi, yaitu di Matakali, Mapili, dan Campalagian,” ungkap Laode.

Sambil berjalan, Pertamina terus melakukan evaluasi untuk menemukan skema dan sistem dalam sosialiasi ke KPM, pendistribusian serta monitoringnya. Evaluasi terus dilakukan untuk atas kendala yg terjadi di lapangan dan langsung take action menentukan solusi agar kedepannya proses penerapan di kecamatan lain dapat lebih cepat dan mudah dilakukan. Harapannya sampai akhir tahun 2020 sudah bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Polman.

Harapannya setelah berjalan di semua kecamatan dan semua kategori keluarga miskin, seluruh keluarga miskin dapat terjamin LPG 3 Kg nya. Lalu dilanjutkan penyaluran atau penyediaan untuk usaha mikro. “Apabila masih ada yang menyerukan LPG 3 Kg langka, maka dapat dipastikan mereka adalah konsumen yg sebenernya tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg,” pungkas Laode. (*)

Tags:

BACA JUGA