Pj Wali Kota Makasaar, Rudy Djamaluddin menerima APKASI di Rujab Wakil Wali Kota Makassar, Jalan Hertasning, Sabtu (19/09/2020).

Pemkot Usulkan Syarat Jadi Kepala Sekolah Wajib Pandai Berbahasa Inggris

Minggu, 20 September 2020 | 23:22 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana bakal memasukan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat pengangkatan kepala sekolah untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal tersebut diketahui saat Penjabat (Pj) Wali Kota Makasaar, Rudy Djamaluddin menerima Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Bertempat di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Wali Kota Makassar, Jalan Hertasning, Sabtu (19/09/2020).

Menurut Rudy, bahasa Inggris sangat penting di era globalisasi. Sebab merupakan bahasa internasional yang digunakan dalam berbagai bidang. Mulai dari ekonomi, politik, bisnis, teknologi dan pendidikan.

“Kita usulkan nanti jika syarat pengangkatan kepala sekolah harus bisa berbahasa Inggris. Kompetensi pendidikan kita harus semakin meningkat dan jauh lebih baik,” kata Rudy.



Rudy mengapresiasi APKASI yang ingin memfasilitasi peningkatan kempuan para kepala sekolah dalam bahasa Inggris. Jika program ini berhasil, dirinya ingin pelatihan bahasa Inggris diberikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara atau tenaga kontrak yang masuk di lingkup Pemkot Makassar.

“Kita selalu terkendala jika kita ingin berkolaborasi dengan pihak-pihak asing. Jadi setelah pegawai kita mengikuti pelatihan bahasa Inggris dari APKASI, kita akan uji kembali, kita mau melihat sejauh mana ASN kita mampu menerima materinya,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel ini.

Sementara Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI, Himmatul Hasanah mengatakan, program ini merupakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kemampuan berbicara bahasa Inggris. Pelatihan ini ditargetkan digelar untuk Sulsel dan kabupaten/kota se-Sulsel.

“Targetnya memang speaking bahasa Inggris dengan cepat yang pelatihannya digelar selama tiga hari,” kata Himmatul.

Ia menjelaskan, kempauan berbahasa Inggris sudah menjadi tuntutan di era sekarang. Sehinga, SDM Indonesia wajib bisa menguasai bahasa Inggris jika ingin bersaing secara internasional.

“Selama ini, masyarkat kita terjebak dengan metode berbahasa Inggris yang sudah lama. Disini mindset kita dirubah, untuk mempermudah belajar berbahasa Inggris. Sehingga kami yakin program ini bisa meningkatkan kemampuan berbicara Inggris SDM kita,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA