Deddy Corbuzier mengomentari berita IDI Makassar soal rapid test palsu

Viral, Deddy Corbuzier Ikut Komentari Pernyataan IDI Terkait Hasil Rapid Test Palsu

Kamis, 24 September 2020 | 14:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Salah satu publik figur yakni Deddy Corbuzier menyoroti pernyataan Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Wachyudi Muchsin. Di mana menyatakan semua rapid test palsu baik hasilnya itu positif atau negatif.

“Hasil rapid test positif maupun negatif itu semua palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI. Harusnya, Pak Pj Wali Kota Makassar setelah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan tes swab,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020), dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan Wachyudi tersebut merespons Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddi yang hanya memilih melakukan rapid test ketimbang swab test. Padahal, Rudy sempat berkontak dengan Ketua KPU, Arief Budiman, sebelum dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut membuat Deddy Corbuzier merasa komentar tersebut menarik. Pasalnya, IDI sebagai lembaga yang punya otoritas dalam dunia kesehatan membeberkan bahwa hasil rapid tes semuanya palsu.



“Eh menarik nih… Kompas pula yang nulis… Gak hoax doong… Atau HOAX.. Mari pusing bersama… Jadi yangg heboh nolak rapid test bener dong? Kumaha atuh.. Jalur #closethedoor aja gimana, colek @dr.tirta colek @ikatandokterindonesia colek #hajibolot,” tulis Deddy di akun Instagramnya.

Postingan tersebut dibanjiri oleh netizen dengan jumlah 14 ribu lebih komentar. Terlebih, beberapa influencer ikut berkomentar, salah satunya ialah Dokter Tirta.

“Kita iris2 tipis2 gimane ? Surat hasil rapid tu ibarat surat sakti, 14 hari sakti” tulis komentar akun @dr.tirta.

“Dari dulu kali rapid test itu ga valid sama sekali. Rapid test yang kalian bayar itu biar dapat cuan  dan habisin stock yang ada di Indonesia ini. Thank” tulis komentar akun @me_chooce.(*)