Illustrasi anak belajar di rumah/int

Banyak Anak Terpapar Covid-19, Ahli Epidemiologi Minta Pemkot Pikir Ulang Buka Sekolah

Rabu, 30 September 2020 | 18:21 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Ahli Epidemiologi Unhas, Ansariadi khawatir. Belajar tatap muka di sekolah diminta untuk tidak dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Sebab, dari data dihimpun dari bulan Juli hingga September, jumlah kasus anak yang terpapar Covid-19 terbilang cukup tinggi. Padahal, sekolah masih belum dibuka.

“Untuk usia 5-9 tahun, yang memasuki bangku TK dan SD itu totalnya 73 orang, sementara umur 10-19 tahun yang memasuki bangku SMP sampai mahasiswa baru itu jumlahnya 289 orang,” sebutnya saat dihubungi, Rabu (30/09/2020).

“Ini sangat mengkhawatirkan, pemerintah harus berpikir lagi jika ingin buka sekolah. Karena belum buka saja datanya seperti ini, tidak bisa dibayangkan jika sudah dibuka,” sambung Ansariadi.



Menurut Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini, ada dua faktor yang menyebabkan golongan umur tersebut tertular. Walaupun memang belum beraktivitas di sekolah.

“Yang pertama kemungkinan tertular dari orang-orang rumahnya, kedua, meski tidak sekolah, mungkin dia keluar kumpul dengan teman-temannya di luar, yang temannya itu positif Covid-19,” jelasnya.

Sementara untuk kawasan zona hijau misalnya sekolah-sekolah di pulau, ia tidak mempermasalahkan apabila Pemkot membukanya. Namun, warga dan peserta didik perlu menjalani pemeriksaan swab.

“Pertama harus di-swab dulu warganya, kan nanti ini ada tes swab massal di sana. Yah dipastikan tidak ada yang positif. Kemudian kedua perku ditegaskan aturan bahwa para pengunjung di pulau tersebut tidak boleh berkontak langsung dengan warga asli pulau,” pungkasnya. (*)