Kepsek SDN Tetebatu I, Nurliah,S.Pd

Dituduh Sengaja Rusak Sekolah Demi Dapat Bantuan, Kepsek SDN Tetebatu I : Pelaku Sakit Hati

Jumat, 09 Oktober 2020 | 21:56 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM— Kepala SD Negeri Tetebatu I, Kecamatan Pallangga, Gowa, Nurlia uring-uringan. Ia dituduh sengaja menyuruh bujang merusak sekolahnya demi dapat bantuan.

Nurlia pun membantah keras hal itu. Dirinya menegaskan, tuduhan tersebut tidaklah benar. Dia mengaku tak pernah menyuruh siapapun merusak sekolahnya dengan modus mendapat bantuan.

Sebaliknya Nurlia menyebutkan, pelaku yang menuduhnya seperti itu karena sakit hati. “Ini ulah orang sakit hati. Saya tahuji pelakunya,” ungkap Nurlia kepada Go Cakrawala di sekolahnya, Jumat, (9/10/2020)

Nurlia lantas menyebut identitas pelaku. Inisialnya N. Sebelumnya N dipekerjakan sebagai bujang sekolah SDN Tetebatu I. Hanya saja, karena dianggap tak becus, Nurlia memutuskan memecat pelaku.



“Pernah jadi bujang disini (SDN Tetebatu I,red). Dua bulan. Tapi karena malas dan banyak barang di sekolah hilang, saya putuskan pecat,” beber Nurlia.

Setelah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai bujang di SDN Tetebatu I, N kemudian pindah di SD Inpres Tetebatu yang kebetulan satu lokasi. Juga sebagai bujang sekolah berkat ajakan Kepsek SD Inpres Tetebatu, Hamidah Kaiyyum.

Sama di SDN Tetebatu I. Di SD Inpres Tetebatu, N juga tidak lama bekerja sebagai bujang sekolah. N juga diberhentikan dengan alasan tidak becus menjaga keamanan sekolah. Banyak barang inventaris sekolah di SD Inpres Tetebatu yang raib. Salah satunya wireless. N kemudian mencurigai Nurlia otak dibalik klo pemecatannya sebagai bujang di SD Inpres Tetebatu.

Diduga karena sakit hati itulah, lanjut Nurlia, N lalu menuduhnya sengaja menyuruh bujang yang baru merusak sekolah agar mendapatkan bantuan.

Tuduhan N itu lalu diumbar di media sosial (Medsos,red). Dalam postingan N di akun facebook memperlihatkan gambar plafon ruangan kelas yang bocor-bocor.

“Saya masih bermurah hati memaafkan dia. Sehingga tidak sampai melapor tuduhannya itu ke polisi,” ucapnya.

Adapun terkait plafon sekolahnya yang bocor-bocor itu, sama sekali bukan disengaja. Akan tetapi kondisi bangunannya memang memprihatinkan. Bagian kayunya banyak yang lapuk. Sebagian plafon sudah runtuh.

“Bangunan ruang kelas yang plafonnya bocor-bocor itu sejak dibangun 1987 silam tidak pernah sekalipun mendapatkan bantuan,” sebut Nurliah.

Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Kecamatan Pallangga, Hadasiah yang dikonfirmasi terpisah menyayangkan tindakan pelaku. Hadasiah juga menegaskan, bahwa tuduhan pelaku kepada Kepsek SD Negeri Tetebatu I sama sekali tidak benar.

“Saya sudah panggil kepala sekolah SD Negeri Tetebatu I. Motifnya dendam. Pelaku menyangka Kepsek SDN Tetebatu I ikut berperan sehingga dipecat sebagai bujang di SD Inpres Tetebatu,” tandasnya. (*)