Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra

Investor Luar Negeri Kepincut Garap 3 Proyek Strategis di Sulsel

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:52 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sejumlah investor asing atau luar negeri rupanya menaruh hati terhadap Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan, proyek yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ingin digarapnya. 

Hal ini terungkap setelah adanya penawaran pada event Road To Indonesia Investment Day 2020 ke-11 yang dilaksanakan KBRI Singapura. Di mana didukung Bank Indonesia (BI) dan Perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Singapura (IIPC).

Direktur Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Sulsel, Endang Kurnia Saputra memaparkan tiga proyek unggulan yang dilirik oleh investor asing dari berbagai negara. Seperti Jepang, Singapura dan Australia.

Khusus proyek pembangkit listrik tenaga sampah (Waste to Energy) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa. Disebutkan ada 10 investor yang tertarik. Mayoritas berasal dari Jepang. 



“Kita menjual 3 proyek. Kita tunggu realisasinya. Jika terealisasi, Sulsel akan menjadi Kawasan Timur Indonesia pertama kali yang memiliki pembangkit tenaga listrik sampah,” kata Endang, Jumat (23/10/2020).

Proyek lainnya yaitu pembangunan Kawasan Industri di Kabupaten Maros. Sejauh ini, ada satu investor yang berminat untuk menanamkan modalnya.

Sementara untuk pariwisata di Kabupaten Selayar, investor berasal dari tiga negara. Ialah Singapura, Jepang dan Australia.

“Makassar ini adalah western energy project atau pembangkit tenaga listrik sampah, kemudian kawasan industri Maros dan pariwisatanya Kabupaten Selayar,” bebernya.

Endang pun memprediksi realisasi investasi tersebut baru berjalan pada tahun 2021 mendatang. “Karena biasanya kan realisasinya tidak bisa langsung cepat tahun ini, mungkin tahun 2021 tapi untuk Antang ini besar sekali potensinya,” jelasnya.

Terakhir, menurut Endang, akan ada banyak multiplier efek yang akan timbul dengan adanya investasi. Ini juga sekaligus untuk memulihkan ekonomi Sulsel di tengah pandemi.

“Dengan adanya investasi yang masuk ke Sulsel, maka dipastikan akan mempercepat pemulihan ekonomi yang terdampak Covid-19,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA