Festival Kebudayaan Tradisional dan Kontemporer Gau’ Maraja digelar di Pantai Akkarena, Tanjung Bunga, Jumat (30/10/2020)

Gelar Festival Gau’ Maraja, BPNB Sulsel Hadirkan 200 Seniman Lokal

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 16:27 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Selatan (Sulsel) menghelat Festival Kebudayaan Tradisional dan Kontemporer Gau’ Maraja. Kegiatan tersebut digelar di Pantai Akkarena, Tanjung Bunga, Jumat (30/10/2020).

Mengusung tema “Mozaik Budaya Jalur Rempah”, BPNB menghadirkan sebanyak 200 seniman lokal. Terdiri dari 140 penari, 20 pemusik dan 40 pemain teater. Para seniman tergabung dari 19 sanggar lokal di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

“Dalam pagelaran tersebut lima jenis kesenian digabungkan. Yakni seni tari musik, teater, instalasi, dan rupa. Penampilan kesenian tersebut dipersembahkan oleh 19 sanggar seni asal Makassar dan Gowa,” ungkap Koordinator kegiatan Gau’ Maraja, Muhammad Aulia Rahmat saat ditemui.

Disebutkan Rahmat, Gau’ Maraja sendiri artinya perhelatan besar. Di mana dalam pagelaran tersebut ditampilkan tari kolosal cerita perjalanan tokoh bernama Daeng Parewa dalam pelayarannya menyusuri jalur rempah.



“Nama Gau Ramaja diambil dari bahasa lontara dan tertuang dalam laga ligo. Kata gau adalah perhelatan besar ditambah lagi ramaja artinya agung sehingga Gau Ramaja artinya perhelatan akbar,” terangnya.

Kegiatan ini, kata Rahmat, bertujuan untuk memberi ruang ekspresi bagi anak muda khususnya para seniman Sulsel. Untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Pertunjukan kesenian ini dilakukan para seniman untuk membuktikan kolaborasi yang menghasilkan karya eksploratif, monumental dan spektakuler,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha BPNP Sulsel, Rosdyana mengatakan jika protokol kesehatan tetap diterapkan mengingat pandemi Covid-19 masih melanda Makassar. Pihaknya pun telah bekerjasama dengan tim gugus tugas percepatan covid-19.

“Protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat, dengan bekerja sama tim gugus tugas covid. Seluruh pengunjung ketika masuk dalam area akkarena mereka di cek suhu tubuh, diharuskan cuci tangan, disemprot disinfektan, tetap pakai masker dan jaga jarak,” pungkasnya.(*)