Ketua MUI Apresiasi Program Satu Hafiz Satu Desa Adnan-Kio

Senin, 09 November 2020 | 16:48 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM – Ketua Majelis Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa, KH Abu Bakar Paka ikut menyosialisasikan program satu hafiz satu desa/kelurahan, yang merupakan salah satu program prioritas Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Malaganni Kr Kio (Adnan-Kio).

Abu Bakar berpendapat, program keagamaan Adnan-Kio wajib didukung. Makanya, Abu Bakar siap allout berkampanye. Pasalnya, menurut Abu Bakar, keberpihakan Adnan-Kio untuk menanamkan nilai ketakwaan masyarakat tak perlu diragukan lagi.

“Sebelum program satu penghafal Al-Qur’an ini dijadikan program, Pak Adnan dan Karaeng Kio sudah lebih dulu meluncurkannya pada tahun 2019 kemarin,” kata Abu Bakar, saat melakukan kunjungan tokoh di Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Senin (9/11/2020). 

Sejauh ini, sudah ada 30 calon hafiz yang disekolah oleh Pemerintah Kabupaten Gowa di Sekolah Agama Quantum Akhyar Institut, Bekasi, yang ditangani oleh Ustad Adi Hidayat. Dan seluruh biayanya ditanggung oleh pemerintah.



“Apalagi Pak Adnan dan Karaeng Kio juga berkomitmen membangun Rumah Tahfiz. Rumah Tahfiz ini nantinya yang akan menampung dan membina para penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Gowa,” terangnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Gowa di bawah kepemimpinan Adnan-Kio telah menyediakan lahan sekitar 13.158 meter persegi (m2) yang merupakan bekas kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa yang berlokasi di Jalan Poros Limbung-Takalar, KM 12, Kelurahan Mata Alo, Kecamatan Bajeng untuk dibanguni Rumah Tahfiz.

“Program ini tidak lain dan tidak bukan agar Kabupaten Gowa menjadi daerah yang religius dan cerdas. Serta yang terpenting adalah supaya kita semua di Kabupaten Gowa insya Allah terus dirahmati oleh Allah SWT,” jelas Abu Bakar.

Program satu hafiz satu desa/kelurahan ini rencananya akan mulai digalakkan ada tahun 2021. Nantinya, ada 167 orang yang tergabung dari tiap desa/kelurahan yang akan dibina secara intensif.

“Kalau berdasarkan kurikulumnya, butuh waktu sekitar kurang lebih 2 tahun untuk menjadikan pembelajar itu bisa menjadi tahfiz. Dan insya Allah, kita yakin dengan dorongan dan sokongan pemerintah, anak-anak kita pasti bisa menjadi penghafal Al-Qur’an. Lagi-lagi bukan cuma untuk dirinya, tapi insya Allah akan menjadi berkah untuk kita semua di Kabupaten Gowa pada khususnya,” paparnya.

“Untuk itu bapak ibu, semua diawali dengan niat. Dan insya Allah yang baik akan selalu diawali dari kanan. Maka dari itu, perlu dukungan, doa, dan tindakan bapak ibu sekalian agar ikut mencoblos gambar sebelah kanan di TPS pada 9 Desember nanti,” tutup Abu Bakar.(*)


BACA JUGA