#

Mantan Wakil Bupati Barru Keliling Sosialisasikan SS-AK

Senin, 09 November 2020 | 23:33 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BARRU, GOSULSEL.COM – Mantan Wakil Bupati Barru Andi Anwar Aksa semakin menunjukkan totalitasnya mendukung pasangan nomor urut 2, Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK).

Paman dari Andi Salahuddin Rum itu, selain beberapa kali ikut mendampingi Suardi Saleh turun melakukan sosialisasi, tokoh kharismatik Barru ini juga sukarela bergerak menyolidkan para loyalis dan kerabatnya di sejumlah wilayah.

Tidak hanya itu, Andi Anwar Aksa yang merupakan rival politik Andi Idris Syukur-Suardi Saleh di Pilkada 2015, juga sangat aktif berkeliling ke sejumlah kelurahan/desa untuk meyakinkan para pemilih jika SS-AK adalah pilihan tepat melanjutkan pengabdian. 

Terbaru, Anwar Aksa mengunjungi Desa Balusu dan Desa Lampoko di Kecamatan Balusu. Kehadirannya di salah satu basisnya ini, disambut antusias. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat mengikrarkan dukungannya memenangkan SS-AK.



Andi Anwar Aksa menegaskan, dirinya sejak dulu memang sangat aktif melakukan sosialisasi untuk pasangan SS-AK. Kata dia, hampir tiap hari dirinya bersama sejumlah tim pemenangan berkeliling desa. Hal itu sebagai bukti bahwa mendukung SS-AK merupakan harga mati.

“Saya aktif mensosialisasikan Pak Suardi dan Pak Aska. Malahan hampir tiap hari saya turun langsung bertemu dengan warga dan menjelaskan program yang akan dilanjutkan  SS-AK ketika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Barru,” kata Andi Anwar Aksa, Senin (9/11/2020).

Eks kandidat bupati di Pilkada 2015 ini menambahkan, pilihan politiknya saat ini untuk bersama calon bupati incumbent sudah dipertimbangkan dangan sangat matang. Karena itu, kata dia, pihaknya tak ada keraguan sama sekali.

“Segala resiko sudah saya pertimbangkan secara cermat. Sehingga saya tidak pernah ragu untuk lantang mengatakan bahwa saya bersama SS-AK,” jelas Anwar Aksa yang tak lain saudara dari ibu kandung Andi Salahuddin Rum.

Ia menambahkan bahwa perbedaan pilihan politik dalam sebuah keluarga itu adalah hal yang biasa terjadi. Ia kemudian mencontohkan pilihan politik dalam keluarga besar Yasin Limpo yang kadang tidak sejalan.(*)


BACA JUGA