Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LP2M Unhas menggandeng Ternakita menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Untuk warga Pucak, di Villa lahan ternak Yayasan TernaKita Indonesia, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros
#

LP2M Unhas Ajar Warga Pucak Buat Pakan Ternak

Rabu, 11 November 2020 | 20:22 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LP2M Unhas menggandeng Ternakita dalam menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Untuk warga Pucak, di Villa lahan ternak Yayasan TernaKita Indonesia, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Maros. 

Kepala Pusat Bioteknologi (LP2M) Unhas Dr. A. Masniawati, mengatakan bahwa pelatihan tepat guna ini menyiapkan penghijauan dan pengolahan limbah pertanian untuk pakan ternak.

“Pelatihan ini untuk membantu masyarakat dalam membuat pakan yang bisa bertahan lama diantaranya Silase atau Fermentasi sehingga efisiensi dalam pengolahan limbah pertanian dan pakan ternak dapat dioptimalkan dengan baik,” katanya. 

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya sampai disini, untuk selanjutnya ada pendampingan pada peternak dan petani agar manfaat dari pelatihan ini dapat terus berkesinambungan. 



Kepala Desa Pucak abd Razak, mengapresiasi kegiatan LP2M Unhas ini, menurutnya pelatihan seperti ini sangat diperlukan warga Pucak untuk menjaga ketersediaan pakan ternak mereka. 

“kami sangat berterima kasih kepada Kepala Pusat Bioteknologi LP2M Unhas dalam hal ini Ibu Dr. A. Masniawati karena dengan kegiatan ini sangat membantu menambah wawasan masyarakat dalam memanfaatkan limbah dan tumbuhan liar untuk pakan ternak,” katanya. 

Menurutnya, Selama ini warga mengumpulkan pakan ternak setiap hari. Sehingga, lewat pelatihan ini warganya bisa memanfaatkan limbah pertanian dan tanaman liar yang ada. 

“Dengan pelatihan ini warga bisa mengefisiensikan waktunya karena pakan bisa distok atau disimpan dalam jumlah banyak sehingga tidak tiap hari dalam melakukan pengambilan untuk pakan ternaknya,” imbuhnya. 

Ketua Yayasan TernaKita Prof Yusran Jusuf, mengatakan selain melatih warga untuk memenuhi pakan ternak, lokasi TernaKita ini akan dijadikan eduwisata yang dapat dikunjungi oleh anak sekolah maupun mahasiswa untuk belajar tentang pertanian terpadu. 

“Kan disni ada peternakan kambing juga ada berbagai macam jenis tanaman-tanaman dan tentu kami berharap Kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LP2M Unhas supaya terus mendampingi petani dan peternak dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna Penyiapan Hijauan dan Pengolahan Limbah Pertanian,” tuturnya. 

Narasumber pelatihan ini Dr. Muhammad Ihsan menambahkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peternak dan petani, karena ini merupakan hal baru bagi mereka kedepannya limbah pertanian yang dulunya hanya di buang dan dibakar setelah pelatihan ini limbahnya dapat diolah atau dijual untuk dijadikan pakan untuk ternak, baik diolah menjadi pakan silase maupun pakan komplit.

“Tentu kami akan berkomitmen mendampingi petani dan peternak dalam mendalami Teknologi Tepat Guna Penyiapan Hijauan dan Pengolahan Limbah Pertanian Untuk Pakan Ternak,” tutur Kepala Puslitbang Bioteknologi.

Terakhir, Ketua LP2M Unhas Prof.  Alimuddin Unde, menjelaskan bahwa seperti inilah yang diharapkan oleh pemerintah dalam upaya memberi jawaban terhadap masyarakat bahwa pengembangan hasil kajian itu bisa dikolaborasikan dengan industri.

“Dengan demikian langkah-langkah yang dilakukan ini bisa terus ditingkatkan dan Universitas Hasanuddin sangat mensupport langkah yang dilakukan hari ini,” tambahnya.(*)


BACA JUGA