Dirops PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan saat ditemui di Shox Coffee, Rabu (11/11/2020)

Segera Beralih Status, PD Pasar Makassar Buka Wacana Pangkas Ratusan Karyawan

Rabu, 11 November 2020 | 15:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Peralihan status Perusahaan Daerah (PD) Makassar Raya ke Perusahan Umum Daerah (Perumda) terus digodok. Sembari proses ini berlangsung, pihaknya berencana untuk membuat kebijakan baru demi keberlangsungan perusahaan. 

Salah satunya ialah wacana pemangkasan karyawan. Kebijakan ini dianggap perlu dibuat mengingat banyak dari mereka yang sekarang tak memiliki posisi yang jelas.

Diungkapkan Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan, kondisi ini telah berlangsung sejak lama. Namun tak kunjung dilakukan lantaran terbentur status yang masih Perusda.

“Sudah bertahun-tahun seperti ini, kemungkinan besar nanti ketika ke Perumda ini adalah tentu profesionalisme karyawan PD Pasar dilihat juga. Sehingga mungkin perlu di review kembali tentang kapasitas karyawan,” jelasnya saat ditemui di Shox Coffee, Rabu (11/11/2020).



Untuk diketahui, total keseluruhan karyawan saat ini ialah 539 orang. Namun, pria yang akrab disapa Sahar ini menyebut bakal ada ratusan yang akan dipangkas demi efisiensi perusahaan.

“Di Perda Perumda nanti itu mengatakan bahwa profesionalisme karyawan itu penting yang tentu ada pengurangan besar-besaran. Jadi yang berkerja itu sesuai kemampuan,” sambung Sahar.

Sementara idealnya, kata dia, PD Pasar Makassar Raya hanya membutuhkan 365 karyawan. Hitungan ini setelah melihat kondisi finansial yang ada saat ini. 

“Paling banyak itu 365, iya hampir 50 persennya. Idealnya seperti itu. Kita harus lebih profesional, jangan sampai ada yang tidak kerja kalau banyak,” kata Sahar.

Selama ini, anggaran PD Pasar Makassar Raya juga hanya dihabiskan untuk belanja karyawan. Sementara, operasional pasar hanya sedikit mendapat alokasi dana. 

“Harusnya totalnya itu 30 persen dari total anggaran. Sementara 70 persen itu belanja pegawai,” tutup Sahar.(*)


BACA JUGA