Mitra dan pihak kampus STITEK Balik Diwa saat berfoto bersama di Kegiatan Lokakarya di Hotel Maxone Makassar, Selasa (10/11/2020)

STITEK Balik Diwa Makassar Siap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

Rabu, 11 November 2020 | 14:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa bersiap merdeka belajar dengan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KMBKM). Di mana ini merupakan terobosan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah kepemimpinan Menteri, Nadiem Makarim.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan konektivitas perguruan tinggi dengan dunia usaha-dunia industri (DUDI). Caranya dengan memberikan hak kepada mahasiswa untuk memilih program KMBKM yang ingin diikuti.

STITEK Balik Diwa Makassar sebagai kampus yang bernaung di bawah naungan Kemendikbud telah merumuskan kebijakan di tingkat pimpinan dan penjaminan mutu. Tujuannya ialah mengimplementasikan KMBKM dengan tetap menonjolkan bidang perikanan dan kelautan sebagai kekhasan STITEK.

Bertempat di Hotel Maxone Makassar, STITEK Balik Diwa duduk bersama mitra DUDI dan pemerintah untuk menyamakan persepsi. Ini terkait KMBKM melalui kegiatan lokakarya.



Ada beberapa mitra yang hadir. Diantaranya, perwakilan dari BPMPP Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, BRPBAP3 Kementerian Kelautan dan Perikanan, PT. Central Proteina Prima Tbk, SMKN 4 Kabupaten Takalar, dan PT. Global Maju Pratama.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Awaluddin. Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan relevansi KMBKM terhadap kebutuhan lulusan saat ini.

“Perguruan Tinggi saat ini terus berupaya menyesuaikan diri untuk menghasilkan lulusan yang inovatif dengan keterampilan 4C yaitu critical thinking, communication, collaboration, creativity,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Selasa (10/11/2020).

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut yakni Muh. Akmal Ibrahim. Ia mengatakan bahwa penyusunan kurikulum Merdeka Belajar Kampus perlu diperhatikan dengan baik.

“Kata kunci dalam penyusunan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka yaitu terkait penentuan capaian profil lulusan dan integrasinya ke dalam sistem konversi SKS dengan mengacu pada 8 kegiatan yang ditawarkan,” ujar Akmal.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh program studi Budidaya Perairan dan Teknologi Hasil Perikanan. Ini sebagai penerima hibah program Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Kemendikbud.

“Melalui kegiatan ini maka STITEK Balik Diwa Makassar telah memiliki perangkat yang lengkap mulai dari kebijakan, penjaminan mutu, dan kurikulum yang siap mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka,” ujar Awaluddin ketika menutup kegiatan tersebut.(*)