Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa melakukan pemberkasan atau verifikasi data Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi tahun 2020, Sabtu (14/11/2020).

BKPSDM Kabupaten Gowa Lakukan Pencocokan Data CPNS Tahun 2020

Minggu, 15 November 2020 | 13:35 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM–Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa melakukan pemberkasan atau verifikasi data Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi tahun 2020, Sabtu (14/11/2020).

Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKPSDM Kabupaten Gowa, M. Agus Salim Harahap mengatakan, pemberkasan ini guna mencocokkan data CPNS unruk penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).

“Penetapan NIP itu kami lakukan untuk ditindaklanjuti BKN lebih lanjut atas telah terpilihnya seluruh CPNS yang telah mengikuti Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) dengan CAT (Computer Assisted Test),” kata Agus Harahap di Kantor BKPSDM Kabupaten Gowa.

Lanjutnya dari hasil seleksi SKD dan SKB ada sebanyak 129 orang yang lulus. Hanya saja menurutnya yang ikut pemberkasan hari ini hanya 127 orang. Hal itu dikarenakan ada CPNS yang sakit dan lambat memasukkan berkas karena perubahan data.



“Kami berharap kepada CPNS yang nanti akan mengabdi untuk Kabupaten Gowa bisa bekerja dengan profesional. Bahkan bisa menjadi teladan bagi PNS lainnya di lingkungan kerja masing-masing,” harapnya.

Pemberkasan yang dilaksanakan di Kantor BKPSDM Kabupaten Gowa ini tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menyediakan tempat cuci tangan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini kita tetap menjaga Protokol Kesehatan hingga nanti penetapan NIP terlaksana dan peserta lain memiliki NIP tidak ada yang sampai jatuh sakit apalagi kena Covid-19,” tambahnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Penetapan Formasi Menpan RB Nomor 339 tmTahun 2019 jumlah formasi yang ditetapkan Kabupaten Gowa yaitu 138 orang diantaranya 107 orang tenaga kesehatan dan 31 orang tenaga teknis.

Hanya saja yang dinyatakan lulus seleksi hanya 129 orang. Hal ini dikarenakan ada 9 formasi jabatan dokter spesialis yang kosong tanpa pendaftar.(*)


BACA JUGA