KPU Larang Pendukung Paslon Nobar Debat Kedua Pilwalkot Makassar

Selasa, 17 November 2020 | 10:41 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar memastikan acara debat kandidat Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar putaran ke-2 bakal kembali berlangsung di Jakarta. Namun, pihaknya belum menyebutkan jadwal resmi. 

Namun debat publik kedua kali ini sudah punya tema. Yakni reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan, dan ekonomi. 

Sebelum debat berlangsung, Komisioner KPU Makassar Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Pendidikan Pemilih, Endang Sari meminta masing-masing pasangan calon (Paslon) untuk memberi jaminan tak membawa massa ke lokasi debat. Kemudian, masing-masing kandidat mengimbau pendukungnya untuk tidak melakukan nonton bareng (Nobar).

“Selain menjalankan protokol Covid-19, itu juga untuk menghindari konflik antar pendukung. Jadi disarankan untuk duduk manis di rumah,” kata Endang, Selasa (17/11/2020).



Endang mengatakan sejak awal KPU sudah bertekad di Jakarta dan debat kedua ini dikuatkan dengan rekomendasi pihak kepolisian. Dalam hal ini ialah Polrestabes Kota Makassar dan pihak Bawaslu Makassar selaku mitra kerja KPU.

“Jadi dua lembaga itu yang menguatkan,” ungkap Endang.

Endang mengatakan, sebelum debat, KPU bakal menyurat ke Polda Metro Jaya untuk melakukan pengamanan ganda. Pihaknya meminta agar Metro Jaya turut menurunkan personel.

“Di lokasi debat, pihak KPU akan koordinasi dengan Polda metro jaya untuk menurunkan personel untuk melakukan penanaman ganda,” ungkapnya.

Selain itu pihak KPU juga sudah menyiapkan tim untuk mensterilkan lokasi debat. “Yang boleh masuk dari tim Paslon hanya empat orang. Kandidat, LO, dan Ketua Tim Pemenangan. Bawaslu dua orang, pihak KPU, Kru TV, dan panelis,” tutur Endang.

Endang pun mengimbau untuk masing-masing pendukung calon untuk  tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Dan Pilwalkot tetap berjalan aman, damai dan tertib.

“Mari menciptakan Pilkada yang damai di Makassar,” tutup Endang.(*)


BACA JUGA