Jenazah Arifin Daeng Ngerang yang tewas disambar petir saat disemayamkan di rumah di Dusun Pa'bundukang, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Sabtu, 21 November 2020

Asyik Main Game, Warga Paccellekang Gowa Disambar Petir

Minggu, 22 November 2020 | 13:01 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM— Hujan mulai reda. Arifin Daeng Ngerang (24 tahun) menyalakan handphonenya yang sedari tadi dinonaktifkan.

Sambil duduk di dalam gubuk di tengah persawahan, warga Dusun Pa’bundukang, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Gowa itu lalu memainkan game yang ada di gawainya. 

Saat asyik bermain game, tiba-tiba petir datang menyambar tubuhnya. Badan Arifin terjerembab jatuh ke bawah gubuk. Ia pun tewas dengan luka bakar disebagian tubuhnya. 

Bagian dadanya menghitam. Kulit kakinya terkelupas. Peristiwa nahas itu terjadi sekira Pukul 15.30 sore tadi. “Adik saya sedang main HP di atas gubuk,” ucap kakak Arifin, Syahrul Daeng Bella. 



Daeng Bella menuturkan, saat kejadian, Ia dan adiknya berteduh di gubuk tersebut. Ia memilih berteduh, karena hujan deras disertai petir.

Hanya saja, saat petir menyambar, hujan sudah mulai reda. “Maumi berhenti hujan. Adik saya itu lalu menyalakan handphonenya,” bebernya.

Saat petir menyambar, Syahrul duduk di dekat korban. Namun beruntung Ia masih bisa selamat dari maut. “Saya juga sempat terlempar sejauh 3 meter keluar dari gubuk. Saat terlempar itu, saya merasakan panas di bagian kaki. Kemudian saya melihat badan adikku jatuh di bawah gubuk. Sudah meninggal,” tambahnya.

Syahrul mengaku, dia dan korban berada di gubuk itu karena sedang menjaga bebek yang dilepasnya di lokasi persawahan Dusun Bangkala, Desa Je’nemadingin. Selain dia dan Arifin, juga ada ibunya Mariati Dg Jia. Namun sang ibu berteduh di gubuk lainnya di lokasi yang sama. 

Kasubsektor Pattallassang, Iptu Abd Rasyid yang dikonfirmasi mengaku langsung turun ke TKP bersama anggota binmas Aiptu Jamaluddin dan Serma Sulaeman. Hasil olah TKP disimpulkan korban tewas karena sambaran petir.

“Ia benar. Korban meninggal disambar petir,” ujar Abd Rasyid.

Tewasnya Arifin Dg Ngerang akibat disambar petir juga dibenarkan oleh Sekdes Paccellekang, Syamsul Bakri Dg Sarrang. Ia mengimbau kepada warganya agar mewaspadai cuaca ekstrem. 

“Saya juga meminta warga bila hujan deras disertai petir agar menghindari berteduh di tempat rawan. Seperti di bawah pohon dan paling penting matikan HP,” imbaunya. (*)


BACA JUGA