Tim ACT Sulawesi Selatan melakukan kegiatan kemanusiaan bersama SD Inpres Kampus IKIP Kota Makassar dalam rangka Hari Guru, Rabu (25/11/2020)

Di Hari Guru Nasional, ACT Ajak Anak Sekolah Peduli Guru Pelosok

Rabu, 25 November 2020 | 22:18 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Di setiap tanggal 25 November menjadi momen hari penting bagi para guru-guru di Indonesia. Memperingati Hari Guru Nasional sebagai wujud apresiasi kepada para pahlawan pendidikan yang telah banyak memberikan kontribusi untuk negeri ini.

Dengan melalui kolaborasi kemanusiaan peduli guru sekolah pelosok yang dilakukan bersama sekolah-sekolah di wilayah perkotaan di Makassar, menjadikan bentuk perhatian kepada para tenaga pendidik yang ada di pelosok daerah.

Kali ini, ajakan kolaborasi kemanusiaan yang dilakukan bersama SD Inpres Kampus IKIP Kota Makassar. Salah satu sekolah yang berlokasi di Jl. Raya Pendidikan Komplek Perumahan Dosen IKIP Kota Makassar Sulawesi Selatan, mendapat sambutan baik oleh Kepala Sekolah SD Inpres Kampus IKIP beserta para guru saat ditemui oleh Tim ACT Sulawesi Selatan, Rabu (25/11/2020).

Melalui program bantu guru sekolah pelosok lewat kencleng ukuran 18×29 cm ini, yang merupakan karya para relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan. Kencleng yang di desain mini ini dijadikan sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak sekolah bahwa pentingnya bersedekah di usia dini.



Ibu Hj. Hasriati, S.Pd., MM selaku Kepala Sekolah SD Inpres Kampus IKIP Kota Makassar saat ditemui oleh tim Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Selatan menyampaikan, “Program ini sangatlah bagus untuk kita semua sebagai bentuk edukasi bersedekah, ber zakat ataupun berinfaq atas apa yang kita miliki saat ini, sebelumnya program kencleng ini juga sudah pernah diterapkan di sekolah lama saya sebelum pindah kesini,” ujarnya.

“Alhamdulillah antusias siswa-siswi saya untuk mengumpulkan uang koin dari rumahnya sangat memotivasi kami juga bahwa sangat penting kita memberikan pendidikan agama tentang bersedekah dan lainnya sejak dibangku sekolah usia dini.”

Tak hanya itu, program ini bukanlah sebuah tuntutan wajib di sekolah menerapkan wajib menabung, akan tetapi lebih kepada sistem edukasi pendidikan di sekolah terhadap anak-anak.

Segala bentuk donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai bantuan sosial terhadap guru-guru pelosok di Sulsel, dimana saat ini masih kesulitan melaksanakan proses belajar mengajar karena minimnya biaya dan anggaran yang didapatkan serta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Diharapkan pula, lewat kencleng-kencleng unik ini yang terbuat dari limbah Roll Spanduk dan sejenisnya, dapat mengedukasi banyak orang bahwa tak hanya berfungsi sebagi kencleng tempat menabung. Tetapi salah satu bentuk upaya pengurangan lombah sampah di Makassar, sehingga Relawan MRI memanfaatkan bahan tersebut sebagai kencleng.(*)


BACA JUGA