Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kunjungan spesifik ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meninjau percontohan Mina Padi di Dusun Samberembe, Kelurahan Candibinangun, Kecamatan Pakem, Jumat kemarin (27/11/2020)

Komisi IV DPR dan Kementan Ingin Sleman Jadi Model Pembudidayaan Mina Padi

Sabtu, 28 November 2020 | 12:14 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

SLEMAN, GOSULSEL.COM — Kunjungan Komisi IV DPR ke kampung mina padi dan salak pondoh di Kabupaten Sleman DIY disambut antusias petani. Plh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Provinsi DIY Dwianta Sudibyo bertempat di Kecamatan Pakem menyambut rombongan anggota DPR tersebut menyebutkan berbagai program giat perikanan di Sleman dari waktu ke waktu meningkat bahkan mampu menyuplai 70% di wilayah DIY. 

“Berbagai upaya terus kita lakukan untuk mengembangkan mina padi ini, salah satunya dengan kincir air,” ujarnya di dusun Samberembe, Kecamatan Pakem, Sleman, Jumat (27/11/2020).

Tak hanya minapadi, andalan komoditas di Kabupaten Sleman yang paling terkenal adalah salak pondoh yang banyak ditemui di Kecamatan Turi. Komoditas ini mencakup beberapa kecamatan dan menjadi andalan ekspor ke Cina, Singapura, Arab Saudi, dan negara lain. Dwiananta mengatakan tidak hanya berorientasi pada komoditas segar namun juga salah pondoh sudah merambah ke berbagai macam olahan.

Ketua rombongan Kunker Komisi IV DPR, I Made Urip menyampaikan kunjungannya dalam rangka fungsi pengawasan. “Hari ini kita melaksanakan tugas kontrol atau pengawasan. Kami tadi sudah melihat di lapangan tentang program unggulan di Sleman ini yaitu mina padi. Ini betul-betul luar biasa. Lahannya luar biasa suburnya,” sebut Made Urip.

Para anggota komisi IV tersebut mengapresiasi model mina padi yang diakui sangat bagus. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh pembudidayaan. Luar biasa petani di Sleman ini, petaninya cukup terampil. Pemdanya menggarap dan menggali SDM nya untuk bisa meningkatkan pertanian,” kata Made Urip.

Ia berharap Kabupaten Sleman mampu menjaga ketahanan pangan untuk negeri. “Kami akan selalu memberikan dukungan untuk pertanian. Apalagi Pak Dirjen Tanaman Pangan selalu rajin turun ke lapangan,” cetusnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi yang ikut serta mendampingi kegiatan tersebut turut senang melihat percontohan kampung mina padi di Sleman tersebut. Suwandi menyebut mina padi memiliki keuntungan ganda dan ini menjadikan tambahan penghasilan bagi petani. Kemudian terkait dengan salak pondoh, orientasi ekspor menurut Suwandi harus diperluas skalanya maupun negara tujuannya. 

Frans, petani minapadi yang ikut dalam acara tersebut menginginkan kawasan mina padi tersebut bisa dipromosikan ke masyarakat luas untuk meningkatkan produksi dan perekonomian.

“Model budidaya mina padi bisa menjadi mencontoh keberhasilan untuk daerah lainya sehingga perlu diperluas ke daerah lain,” katanya.

Pada acara tersebut diserahkan pula bantuan pertanian oleh anggota Komisi IV DPR RI yang hadir lainnya seperti Sunarna, Yohanis Fransiskus Lema, Ichsan Firdaus, Panggah Susanto, Salim Fakhry, TA. Khalid, Endro Hermono, Abdullah Tuasikal, Charles Meikyansah, Farida Hidayati, Luluk Nur Hamidah, Muslim, Slamet, Hamid Noor Yasin, dan Ema Umiyatul. 

Sebagai informasi total bantuan pemerintah Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Sleman sebesar Rp2,8 miliar berupa sarana produksi dan alsintan tanaman pangan, rehabilitasi jaringan irigasi serta sarana pengolahan hortikultura.(*)


BACA JUGA