Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dikukuhkan sekaligus menandatangani SK TP2DD Makassar yang ditunjuk oleh Bank Indonesia (BI) di Four Points by Sheraton, Selasa (01/12/2020).

Dukung Digitalisasi Daerah, Rudy Tandatangani SK TP2DD se-Sulsel

Selasa, 01 Desember 2020 | 22:12 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dikukuhkan sekaligus menandatangani Surat Keputusan (SK) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Makassar ditunjuk bersama tiga Pemkab dan satu Pemkot yang ditunjuk oleh Bank Indonesia (BI) di Four Points by Sheraton, Selasa (01/12/2020).

Penandatanganan SK TP2DD merupakan salah satu bentuk kegiatan nyata dalam rangka mendukung inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP), dan integrasi pengelolaan keuangan daerah. Serta dukungan terhadap integrasi ekonomi dan keuangan digitalisasi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bambang Kusmiarso mengatakan, tujuan ETP itu sendiri diharapkan dapat mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik. Sehingga, mampu meningkatkan potensi penerimaan Pemda melalui pemanfaatan teknologi digitalisasi.

“Dari empat pemerintah kabupaten dan dua pemerintah Kota yang ditunjuk oleh Bank Indonesia sebagai contoh implementasi inovasi digital dalam proses pemanfaatan elektroniifikasi transaksi Pemda dengan QR Code Indonesian Standar (QRIS) di 11 sektor pembayaran pajak daerahnya masing masing,” ucapnya.

Sementara itu, Rudy Djamalauddin mengatakan di era globalisasi seperti sekarang ini, kota Makassar sebagai kota metropolitan telah didorong untuk menjadi kota parawisata dan investasi. Pihaknya pun siap mendukung upaya BI sebab programnya sudah sejalan dengan Pemkot Makassar.

“Di era globalisasi sekarang ini, mau tidak mau kita harus mengarah kepada sistem digitalisasi, oleh karenanya apa yang menjadi gagasan BI untuk kota Makassar dalam mempercepat proses digitalisasi ETP merupakan hal yang sangat penting,” jelas Rudy.

Rudy pun berharap dengan adanya proses transaksi digital akan mempermudah setiap proses layanan transaksi keuangan. Baik di masyarakat maupun di Pemkot Makassar. 

“Ke depan kita harap tidak ada lagi transaksi menggunakan uang cash, kalau perlu di Kota Makassar transaksi keuangan dilakukan semua secara digital,” terangnya. (*)


BACA JUGA